Jumlah Terpapar Covid Menurun, Prokes dan Ibadah Cegah Gelombang 3

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Satgas Covid-19 Kota Medan mempersiapkan tindakan preventif agar tidak terjadinya penyebaran Covid-19 gelombang ketiga di Kota Medan.

“Untuk kedepan ini kita sudah mempersiapkan segala hal mencegah jangan sampai terjadi gelombang ketiga. Gelombang ketiga itu kan kekhawatiran semua orang, termasuk pemerintah mau pun dunia,” kata dr Mardohar, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan kepada mimbarumum.co.id, Selasa (9/11/2021).

Ia mengungkapkan, sudah ada beberapa negara yang melonjak, seperti Amerika, Belanda dan Rusia. Ini suatu gambaran agar jangan terulang.

Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai cara buat untuk menekan penyebaran Covid.

- Advertisement -

“Vaksinasi kita tingkatkan lebih banyak. Semua kita vaksinasi,” ujar Mardohar yang juga menjabar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan.

Dia mengutarakan, bahwa jumlah masyarakat yang menjalani vaksinasi sudah cukup banyak, ini juga untuk mengantisipasi Covid gelombang ketiga. Kendati demikian, ucapnya, yang menjadi persoalan vaksinasi Lansia.

“Saat ini tahanpan 1 vaksinasi di Kota Medan sudah 71 persen lebih dan tahap 2 sudah 60 persen lebih, hanya saja Lansia (lanjut usia-red) kita perlu penguatan lagi, karena ini menjadi salah satu dilema di masyarakat karena orang tua itu agak sulit dilaksanakan vaksin. Karena biasanya tidak di izinkan sama keluarganya dan sama anak-anaknya untuk vaksin, ini yang kendala,” imbuhnya.

Disamping itu, Jubir Satgas Covid-19 ini meyebutkan, Pemerintah Kota Medan terus melakukan razia rutin dan menjadi suatu metode yang memang berhasil. Jadi itu tetap kita pertahankan demi masyarakat tetap menyadari bahwa protokol kesehatan (Prokes) itu penting.

Menurut Tambunan sapaan akrabnya, menjalani ibadah dengan tekun dan taat Prokes merupakan semua kunci untuk menyelesaikan penyebaran Covid -19.

Dikatakannya, selain penerapan Prokes anggaran juga telah disediakan dalam pelaksanaan. Begitu juga sosialisasi tentang Prokes ke masyarakat dan sekolah. “Semua sudah kita lakukan persiapan-persiapan walau pun mungkin lama cara matangnya, namun ini demi keselamatan umat yang ada di Medan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mardohar Tambunan yang sebelumnya menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan mengklaim terjadinya penurunan drastis jumlah masyarkata yang terpapar Covid-19.

“Sudah jarang positif Covid, sudah jauh kali jumlah yang terpapar, sampai hari ini tinggal 2 orang yang menjalani isolasi mandiri di Kota Medan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, vaksinasi tetap bergerak terus. Sosialisasi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5 M) itu tidak pernah berhenti.

“Sudah saya bilang, vaksinasi itu melekat dengan Prokes. Keduanya berdampingan. Kalau tidak, akan bisa terjadi gelombang ketiga,” tegasnya, mengingatkan.

Pria yang ramah saat berinteraksi dengan para awak media ini mengatakan, sampah hari ini tidak terjadi kalster Covid-19 di sekolah. Hal tersebut terjadi karena kepedulian Wali Kota Medan terhadap pelajar.

“Insha Allah, klaster Covid di sekolah sampai saat ini belum ada. Karena memang pak Wali Kota dari jauh hari selalu sangat perhatian sekali dengan situasi anak sekolah. Ini karena dia tidak mau kejadian seperti di tempat-tempat yang lain, tiba-tiba kasus Covid membludak,” sebutnya.

Sementara, lanjutnya, vaksinasi anak usia dini tinggal menunggu perintah pelaksanaan.

“Karena memang vaksinnya itu masih menunggu, yang mana yang mau kita gunakan untuk menyesuaikan dengan umurnya,” tandasnya.

Reporter : Jepri Zebua

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Komunitas Indonesia Tionghoa Berikan Kursi Roda ke Warga Medan Johor Mengalami Sakit

mimbarumum.co.id - Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) berbagi kasih kepada warga Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dengan...