mimbarumum.co.id – Puluhan siswa dan guru SMK Yayasan Dwi Warna tidak bisa masuk ke dalam sekolah untuk belajar karena adanya pemboikotan mahasiswa Institut Teknologi Medan.
Pemboikotan ini dilakukan, ihwal pencabutan izin oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi (Kemendikbud Ristek).
Seorang Siswa SMK Dwi Warna, Arya mengatakan mereka tidak diperbolehkan masuk sekolah oleh para mahasiswa.
“Iya kami ga bisa masuk karena sekolah diboikot sama mereka,” Kata Arya, Senin (8/11).
Menurut Arya, pemboikotan tersebut dilakukan karena banyak mahasiswa yang belum mendapatkan ijazah. Namun Dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti aksi pemboikotan ini.
“Katanya karena mereka belum dapat ijazah jadi kami korbannya,” ujarnya.
Arya mengaku kesal, karena mereka harus menunggu dan tidak mengetahui sampai kapan gerbang itu dibuka oleh para mahasiswa.
“Kesal kami mereka yang bermasalah kami yang dikorbankan,” pungkasnya.
Pantauan wartawan, belum diketahui kapan akan dibukanya gerbang kampus ITM dan SMK Dwi Warna ini. Namun para guru masih terlihat mencoba membujuk mahasiswa untuk membukakan gerbang kampus.
Sumber : Waspada Online