Ini Kata PU Deliserdang Soal Pelebaran Jalan Simpang Jodoh

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Polemik tentang ada atau tidaknya pelebaran jalan Simpang Jodoh yang membuat para pedagang di kawasan itu resah, kini terjawab sudah. Pejabat terkait yang mengurusi persoalan jalan di Kabupaten Deliserdang menyampaikan perihal rencana pembangunan jalan di kawasan itu.   

“Kita ada rencana mengerjakan peningkatan jalan dengan konstruksi beton rigit. Dan Dinas Perkim akan mengerjakan drainase di tahun ini. Untuk tahun ini belum ada rencana pelebaran jalan,” terang Amat Ismail, ST selaku Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas PU PR Deliserdang, Rabu (11/9/19).

Pernyataannya itu menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Deliserdang hingga akhir tahun ini belum berencana melakukan pelebaran badan jalan Pasar 7 Simpang Jodoh (perbatasan Desa Tembung-Desa Bandar Klippa), Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Ismail menjelaskan, pihaknya hanya akan melakukan pekerjaan pengecoran badan jalan tersebut dengan material beton rigid.

- Advertisement -

Pekerjaan pembetonan jalan sepanjang lebih kurang 800 meter itu. tambahnya rencananya akan mulai dikerjakan pada awal bulan Oktober mendatang atau ditargetkan selesai pada bulan Desember tahun ini.

Sebelumnya, Mufrizal, ST.,  selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Dinas PU PR Deliserdang juga pernah mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pemerintah memang akan melakukan pembangunan badan jalan di kawasan yang kondisinya saat ini mengalami kerusakan parah tersebut.

“Pembangunan (jalan) ada tetapi tidak ada penggusuran kios-kios. Pembangunan jalan yang rencananya mau di beton agar jalan itu kuat, tidak gampang rusak,” ucap pejabat di Dinas PU Deliserdang itu, belum lama ini di Lubukpakam.

Selama ini, warga dan pengendara yang melintas kerap mengeluhkan buruknya sarana jalan di kawasan tersebut. Bahkan sejumlah pengendara dilaporkan pernah jatuh karena roda kendaraan terperosok ke dalam lubang-lubang yang menganga di sekitar badan jalan.

Pantauan Mimbar, selain rawan kecelakaan, buruknya kondisi jalan juga menyebabkan arus lulintas di kawasan itu sering mengalami kemacetan.

Sejumlah pedagang pun mengeluh karena kemacetan tersebut membuat calon pembeli enggan berbelanja di kios-kios yang ada di kawasan itu. Terlebih, jalan terlihat terlihat sangat becek dan berlumpur tatkala selesai turun hujan. Sementara jika musim kemarau, jalanan penuh dengan debu yang berterbangan.

Dewi, pedagang di kawasan Simpang Jodoh mengakui sejak kondisi sarana jalan sangat buruk seperti sekarang ini, minat pembeli berbelanja di kiosnya menjadi sangat menurun.

“Pembeli lebih milih belanja ke tempat lain, yang jalannya tidak berlumpur dan tidak macet seperti di sini,” ucap pedagang sandal dan sepatu itu, baru-baru ini.

Sebelumnya, manajemen PTPN 2 selaku pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan badan jalan Simpang Jodoh itu mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari pihak Kecamatan Percut sei Tuan maupun dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang terkait pengambilan lahan perusahaan perkebunan itu untuk kepentingan pelebaran jalan itu.

Sutan Panjaitan, selaku pejabat Humas PTPN2 saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada pekan lalu mengatakan seandainya ada rencana penggusuran terhadap kios-kios yang berdiri di lahan milik perkebunan, maka seyogyanya pihaknya terlebih dahulu mendapatkan pemberitahuan dari pemerintah daerah.

“Kalau ada penggusuran (untuk kepentingan pelebaran jalan), setidaknya Kami ada diberi tahu,” ucapnya. (rin/tif).

 

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

FKPPN Ungkap Lahan Seluas 3.385 Hektar Kebun Patumbak PTPN 2 Dikuasai Penggarap

mimbarumum.co.id – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) membeberkan dan mempertanyakan kepada Direksi PTPN 1...