mimbarumum.co.id – Sebagai hakim harus memutuskan perkara yang seadil-adinya dan tetap berpegang pada Kitab Udang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Demikian yang disampaikan Tengku Oyong, SH, MH hakim dan juga menjabat Hubungan Masyarakat (Humas) I di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pastinya,
Ia menyebutkan, hubungan baik tetap dan harus terjaga dengan rekanan, termasuk di dalamnya media.
Memang, sebelum menduduki posisi Humas I, pria asli Melayu ini juga dikenal dekat dengan awak media. Namun setahun belakangan ini kedekatan emosial bersama wartawan yang bertugas di PN Medan kian terlihat nyata. Tak jarang, Tengku Oyong yang merupakan mantan Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun berdiskusi dengan para wartawan.
Bicara kedekatan dengan awak media yang ‘nongkrong’ di PN Medan, terungkap dari Nizar wartawan kawakan yang berpos di ruang lingkup Pengadilan dan Kejaksaan. Katanya, kehadiran Tengku Oyong di PN Medan mempermudah para pencari keadilan untuk memperoleh informasi.
Baca juga :Â Ijeck : Informasi PSR Harus Sampai ke Masyarakat
Dari berbagai informasi tentang Pengadilan terus dikembangkannya lewat media. Setiap adanya perubahan atau tambahan aplikasi tentang PN Medan, Oyong langsung membeberkan kepada awak media.
Menurut Nizar yang akrab disapa Gopal ini, kehadiran Tengku Oyong di PN Medan juga mampu mendongkrak semangat dan membangun kembali rasa kekeluargaan antara wartawan dan warga PN Medan.
“Sejak Tengku Oyong menjabat Humas di PN Medan informasi yang berhubungan dengan Pengadilan sangat mudah diperoleh tanpa menunggu waktu yang lama,” sebutnya, Kamis (9/9) di Gedung PN Medan.
Apalagi, lanjut Nizar, Hakim Oyong mudah dikonfirmasi dan tak perlu menunggu lama. “Sama pak Humas I, Tengku Oyong gak sulit dan tak perlu menunggu waktu yang lama untuk konfirmasi. Begitu dia keluar dari ruang sidang, kita temui dan langsung dia layani,” ucap Gopal.
Tengku Oyong kerap meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan wartawan unit PN Medan, ketika dirinya hendak pulang. “Kadang malam hari pun, saat Pak Oyong mau pulang, tetap menyapa wartawan yang berada di depan gedung PN Medan. Kalau sudah nampaknya kami duduk atau berdiri di depan, Pak Oyong langsung menyapa dan menghampiri,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Gopal, perhatian Tengku Oyong kepada awak media yang ‘ngepos’ di PN Medan, bisa dikata cukup besar.
“Apalagi kalau sudah mendengar kabar duka dari wartawan maupun keluarga wartawan, Pak Tengku Oyong pun sibuk bertanya. Dan dia tak berat untuk memberi bantuan. Kita tidak melihat nilainya, tapi rasa empatinya kepada kita wartawan,” tutur Nizar Sagala.
Karena kedekatan dan rasa kepedulian itu pula, Gopal mendoakan Tengku Oyong tetap terjaga kesehatannya dan sukses dalam karirnya.
Reporter : R/Jepri Zebua
Editor : Jafar Sidik