mimbarumum.co.id – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak warga Mandailing Natal (Madina) yang selama ini melakukan penambangan liar beralih profesi ke bidang pertanian.
Dituturkan Edy, penertiban seluruh tambang sulit dilakukan karena masyarakat belum punya alternatif sumber ekonomi lain. Salah satu solusi yang ditawarkannya dengan bertani.
“Saya akan siapkan lahan untuk kalian, marilah kita mulai hidup yang sehat,” ujar Gubernur Edy usai menyerahkan bantuan bibit, ternak dan alat pertanian kepada masyarakat Madina pada acara sosialisasi tentang dampak buruk tambang ilegal di Gedung Serbaguna Madina Jalan Lintas Sumatera, Jumat (21/2/2020).
Baca Juga : Menutup Seluruh Tambang di Madina Bukan Solusi
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk beralih profesi dari petambang ilegal menjadi petani. Karena selain melanggar hukum, tambang ilegal juga berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.
Gubernur Edy pun dengan tegas tidak akan memberikan izin pada pertambangan yang dilakukan di Madina. “Saya tak akan pernah mengizinkan tambang itu. Apabila membuat makhluk hidup lainnya menjadi sengsara,” tegas Edy Rahmayadi.
Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengapresiasi langkah Gubernur yang telah datang dan memberikan solusi tentang persoalan tambang ilegal di Madina.
Dahlan juga menyampaikan keinginanya kepada Gubernur untuk membangun pabrik karet. Lantaran, Madina memiliki curah hujan yang tinggi. Untuk itu tepat bila dibangun pabrik pabrik karet.
“Kami juga mohon agar disegerakan terwujudnya kebun nanas dan kebun pisang terbesar yang pernah ada. Dan bantu kami untuk mengembalikan kejayaan kopi Mandailing. Kami butuh uluran tangan Pemprov Sumut,” harapnya. (siti)