Gebyar Sumpah Pemuda FORKALA Kota Medan: Bersatu Membangun Bangsa

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) bekerjasama dengan SMK Negeri 7 Medan, Dinas Kebudayaan Kota Medan dan KNPI Medan, menggelar Gebyar Sumpah Pemuda di SMK Negeri 7 Medan, Sabtu (29/10/2022).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya menampilkan tarian multi etnis dari siswa-siswi SMK Negeri 7 Medan. Kemudian pertunjukkan Tari Kabasaran yang merupakan tarian perang dari etnis Minahasa yang dibawakan oleh Sanggar Binaan KAWANUA Kota Medan.

Dalam kata sambutannya, Ketua FORKALA Kota Medan Datoq Adil Freddy Haberham SE menuturkan, saat ini FORKALA Kota Medan diisi dari 24 etnis, mulai dari etnis tempatan, etnis nusantara dan etnis mancanegara.

Menurut Datoq Adil, pembentukan FORKALA sangat terkait dengan keberagaman yang ada di Kota Medan. Setelah Jakarta, ternyata Kota Medan menjadi kota yang paling heterogen, baik dari sisi agama dan etnik.

- Advertisement -

“Akan tetapi keberagaman itu tidak pernah menjadi potensi negatif bagi pembangunan Kota Medan,” ucap Datoq Adil.

Lebih lanjut dikatakannya, sejalan dengan visi Wali Kota Medan, Kolaborasi Medan Berkah, dalam keberagaman etnik san budaya, FORKALA Kota Medan memiliki tagline ‘Medan Beranda Budaya Nusatara’.

“Menurut kami, visi ini beriringan untuk tetap merajut dan merawat kebhinekaan yang ada di Kota Medan. Sumpah Pemuda memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur. Dan pemuda, menjadi tonggak kuat terhadap kemerdekaan negara ini,” urai Datoq Adil.

Sementara, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Medan, Yulinar Usman yang mewakili Wali Kota dan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, menyatakan dukungan untuk acara Gebyar Sumpah Pemuda yang digelar FORKALA Kota Medan bekerjasama dengan Pemko Medan, SMKN 7 Medan dan KNPI Medan.

“Semoga Pemko Medan melalui Dinas Kebudyaaan Kota Medan, dapat mengiringi FORKALA dalam mengamankan, melestarikan dan mengembangkan keberagaman etnis yang ada di Kota Medan,” ucap Yuli.

Ia juga menyatakan, melalui FORKALA Kota Medan, pihaknya ingin menginventarisir budaya yang ada di Kota Medan sebagai warisan tak benda, yang berbentuk makanan dan tarian.

“Tentu harapannya, akan menjadikan seniman pelaku budaya terus berkarya, dan menjadikan Kota Medan menjadi kota yang berbudaya. Tahun depan, kegiatan seperti ini akan kita laksanakan di halaman Kantor Wali Kota Medan,” imbuh Yuli.

Sedangkan Ketua KNPI Kota Medan Ansor Harahap, S.Sos, dalam sambutannya menambahkan, “Dengan momentum Sumpah Pemuda ini, dapat dimaknai dengan spririt patriotisme dari pendahulu-pendahulu kita, 94 tahun yang lalu. Menjaga kebhinekaan dan saling menghargai satu sama lain.”

Dalam kesempatan ini juga, Sultan XIV Tuanku Arya Lamanjiji Perkasa Alam, juga memberikan orasi kebudayaan. Menurutnya, jiwa nasionalis sudah ada sejak dulu, sejak masa kerajaan atau kesultanan.

“Artinya, kita di Indonesia ini memiliki pemikirian yang brilian untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Maka tanggal 28 oktober 1928 dirumuskanlah Sumpah Pemuda. Jauh sebelumnya, Empu Tantular telah merumuskan bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” urai Tuanku Sultan.

Dalam kesempatan ini, Tuanku Sultan juga berpesan, kepada siswa-siswi SMK Negeri 7 Medan, agar senantiasa rajin beribadah dan menuntut ilmu.

Reporter : Jafar Sidik

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Komunitas Indonesia Tionghoa Berikan Kursi Roda ke Warga Medan Johor Mengalami Sakit

mimbarumum.co.id - Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) berbagi kasih kepada warga Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dengan...