mimbarumum.co.id – Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara produksi sampah tahun 2018 mencapai 3,7 ton per tahun.
Jumlah ini terus bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Sekitar 1.200 ton sampah, saban hari dibuang ke sungai. Tak heran beberapa wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Asahan menjadi langganan banjir.
Saat ini, hanya sekitar 11 persen dari produksi sampah yang sudah dikelola. Berkontribusi mengurangi masalah sampah, Fuel Terminal (FT) Kisaran Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, mengusung program CSR Bank Sampah Bina Mandiri. Bekerjasama dengan Rumah Zakat, program ini sudah berjalan selama dua tahun.
“Aktivitas rutin yang dilaksanakan di Bank Sampah Bina Mandiri Kisaran selain penimbangan sampah nasabah juga melaksanakan kegiatan sosial lain diantaranya kerja bakti lingkungan yang melibatkan warga kisaran baru dan sekitarnya,” ujar Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I.
Baca Juga : Peringati Hari Sampah Nasional, 1.000 Orang Bersihkan Jalan Kampar Belawan
Pada kegiatan penimbangan sampah, tercatat 198 kg sampah organik disetor oleh 11 orang nasabah bank sampah Bina Mandiri. Sebelumnya, sampah rumah tangga yang telah dipilih dan dipilah terlebih dahulu.
Nasabah membukukan pendapatan 155 ribu rupiah dari penimbangan pada Sabtu (22/02) tersebut. Dilanjutkan kegiatan bersih lingkungan di Kelurahan Kisaran Baru pada Minggu (23/02).
Program bank sampah ini bertujuan agar masyarakat tidak sekedar memproduksi dan membuang sampah. Warga diberi pengetahuan untuk memilah dan mengelola sampah.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pendistribusian tabung komposter pupuk cair dari sampah organik rumah tangga. Tabung komposter pupuk cair ini dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman secara alami.
Lurah Kisaran Baru, Rahmat Aris Munandar, mengatakan warganya menyambut baik program tersebut dan berharap makin banyak warganya menjadi nasabah bank sampah. (Budi)