mimbarumum.co.id – Gubernur Edy Rahmayadi membahas kasus virus hog kolera di tingkat forum pimpinan daerah provinsi.
Edy mengharapkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat terus bersinergi menyelesaikannya.
Selain masalah virus babi, rapat juga membahas penyelesaian berbagai persoalan lainnya yang terjadi di daerah ini antara lain persoalan mercuri di Madina, keamanan dan kemudahan investasi untuk pariwisata, stunting hingga tentang pelayanan ibu hamil ke dearah.
Baca Juga : Tindak Tegas Pembuang Bangkai Babi
“Ada berbagai macam masalah saat ini, saya berharap ini dapat kita selesaikan bersama,” ujar Edy Rahmayadi, kemarin.
Terkait persoalan wabah virus hog cholera babi, menurut Gubernur, perlu tindakan segera dan keterlibatan semua pihak, agar penyebaran wabah ini tidak semakin meluas.
Perlu dilakukan penyuluhan kepada para peternak, vaksinasi ternak, pengawasan lalu lintas ternak hingga penindakan terhadap peternak yang membuang bangkai babi sembarang ke sungai dan bebagai tempat lainnya.
Tindakan tegas terhadap para peternak yang membuang bangkai babi ke sungai, menurutnya, perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Apalagi, hal tersebut telah menimbulkan kerugian dan keresahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan perlu berkoordinasi dengan Kementerian terkait dan aparat penegak hukum.
Selain itu, Gubernur juga menyinggung tentang kandungan mercuri di aliran sungai di Kabupaten Mandailin Natal (Madina), yang duga disebabkan oleh tambang emas illegal sepanjang aliran sungai di daerah tersebut. Mercuri merupakan zar kimia berbahaya yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Menurut Edy, hal tersebut termasuk salah satu yang harus ditangani serius oleh unsur Forkopimda di daerah. Karena, selain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, juga dapat merusak generasi muda penerus bangsa.
Pada kesempatan itu, Edy kembali menekankan, bahwa saat ini Sumut sedang fokus membangun pariwisata daerah. Antara lain dengan menggandeng sejumlah investor lokal dan mendatangkan investor dari luar negeri. Terutama dalam membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung. (zat)