Edan..Pria Pengendara Motor Ini Tunjukkan Kelaminnya

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Video seorang pria pengendara sepeda motor menunjukkan alat kelaminnya pada wanita di Jalan Dr Mansyur beredar di media sosial, Senin (22/4/2019).

Di akun instagram medantalk, pria tersebut mengenakan helm hitam dan penutup wajah. Pria itu berhenti di depan wanita dan membuka resleting celananya. Itu dilakukan pria edan itu sebanyak tiga kali.

Pada saat melintas pertama, pria gila itu memanggil seorang wanita dan memberhentikan laju sepeda motornya. Lalu kelaminnya dikeluarkan sambil memanggil dek..dek.

Saat melintas kedua kalinya, pria itu memperlambat laju sepeda motornya dan melakukan hal yang sama. Namun si perekam video sudah siap-siap merekam kelakuan pria tersebut.

- Advertisement -

Nah saat melintas ketiga kalinya, pria cabul itu berhenti dan juga melakukan hal sama. Tapi si perekam sudah memegang ponsel dan langsung mengabadikan kelakuan pria gila itu. Selanjutnya pria itu pun pergi meninggalkan lokasi seperti tidak bersalah dan menyesal.

Menyikapi perbuatan cabul itu, Irna Minauli Consulting mengatakan, mereka yang mendapatkan kepuasan seksual dengan memperlihatkan alat kelaminnya merupakan suatu bentuk gangguan perilaku seksual dalam kategori ekhibisionisme.

“Sensasi yang mereka dapatkan adalah melihat reaksi ketakutan yang diperlihatkan oleh korban. Semakin terkejut atau takut maka semakin besar kepuasan yang mereka rasakan,” ujar Minauli.

Masih dikatakan Irna, itu sebabnya mereka sering melakukannya secara tiba-tiba sehingga tidak diantisipasi terlebih dahulu oleh korban.

“Ini termasuk gangguan perilaku seksual dalam kategori paraphilia. Paraphilia adalah satu gangguan di mana pelaku mendapatkan kepuasan seksual dengan cara yang tidak lazim. Seperti pada kasus Eksibisionisme ini, mereka justru mendapat kepuasan seksual dengan mengekspos kemaluannya,” jelasnya.

Terkait kelakuan pria pengendara sepeda motor jenis bebek tersebut, Irna Minauli menjelaskan bahwa pelaku akan mencari korban-korban lainnya.

“Ya mereka akan mencari korban-korban baru untuk memuaskan hasratnya. Umumnya mereka tidak sampai melakukan pemerkosaan sehingga tidak sampai terlalu membahayakan korban. Akan tetapi, kejadian seperti itu dapat menimbulkan trauma bagi korban karena mereka tidak siap menerima pemandangan mengejutkan seperti itu,” sambungnya.

Secara hukum di banyak negara, sambung Irna Minauli, hal itu termasuk pelanggaran karena mengganggu ketentraman umum.

“Jadi ini tips untuk masyarakat agar menghindari lingkungan yang sepi atau tempat yang tidak diduga seperti di atas eskalator. Akan tetapi pada dasarnya agak sulit mengantisipasi kapan mereka melakukan aksinya. Mereka akan mencari situasi yang membuat korban merasa takut atau terkejut,” tutur dia. (dd)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Fenomena Equinox Maret 2021, Matahari Berada Tepat di Posisi Zenith

Oleh: Abdul Aziz, Purna Tugas BMKG Medan, MIMBAR - Diperkirakan pada tanggal 21 Maret 2025 mereka yang tinggal di garis...