mimbarumum.co.id – Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong, menilai Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 9/2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan, tak berjalan maksimal.
Untuk itu ia meminta kepada Pemko Medan melalui perangkatnya, agar menjalankan payung hukum terhadap pemilihan Kepling sesuai regulasi. Sehingga, tidak menimbulkan kegaduhan dan masalah di masyarakat.
“Kami (Komisi I) meminta kepada pihak terkait di Pemko Medan, seperti lurah dan Sekcam sebagai pelaksana proses pemilihan Kepling, dapat menjalankan Perda dan Perwal tentang Kepling seutuhnya,” tegasnya, Rabu (5/1/2022).
Politisi PKS ini mengatakan, pemilihan Kepling di beberapa tempat sempat menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia pun meminta pelaksanaan pengangkatan Kepling dilakukan secara transparan.
“Tidak boleh ada kepentingan pribadi atau mungkin institusi untuk pemilihan Kepling di Kota Medan,” tukasnya.
Rudiyanto mengaku, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat, salah satunya terkait transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Untuk itu, pihaknya meminta Wali Kota Medan untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini.
“Kami pikir, saudara wali kota perlu untuk turun tangan mengawasi perjalanan pemilihan Kepling di Kota Medan. Lurah dan Sekcam yang dalam pelaksanaan pemilihan Kepling terjadi kehebohan di tengah-tengah warga, bolehlah saudara wali kota membina aparatur,” desaknya.
Sekedar informasi, dua calon Kepling di Kelurahan Sitirejo II Kecamatan Medan Amplas, Fitriani Harahap dan Desnila Ariani meminta agar Wali Kota Medan, Bobby Nasution mendatangi Kantor Camat Medan Amplas.
Mereka menilai ada dugaan kecurangan yang terjadi oleh pihak panitia pemilihan Kepling di kantor kelurahan masing-masing. Mereka pun menuding hal tersebut ada campur tangan oknum kecamatan.
Fitriani Harahap mantan Kepling V dan Desnila Ariani mantan Kepling VI, Kelurahan Sitirejo II, ikut kembali bertarung untuk menjadi orang nomor satu di lingkungannya, menilai panitia tidak transparan dan diduga ada ‘kongkalikong’ dengan calon-calon kepling lainnya.
Reporter : Ngatirin