Dosen UMN Al-Washliyah Gelar PKM, Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas Guru di Era Digital

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di MTs Swasta Lab IKIP Al-Washliyah, Jalan Garu II, Medan.

Dosen Dra. Nur Asyah, M.Pd
menyampaikan kepada wartawan, Rabu (22/12/2021) kegiatan yang berlangsung mengambil tema, “Sosialisasi Penggunaan Media Google Meet dalam Pelaksanaan Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Online Bagi Guru”.

Dalam pemaparannya Nur Asyah mengemukakan bahwa acara sudah terlaksana pada, Kamis (18/11/2021).
Ia menerangkan, dalam mencapai tujuan layanan pendidikan yang optimal tentu harus memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang berjalannya proses layanan bimbingan dan konseling yang bermutu.

“Seperti halnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses layanannya sehingga dapat memberikan perubahan dan perkembangan optimal bagi peserta didik,” tutur Dra. Nur Asyah, M.Pd.

- Advertisement -

Dirinya meyebutkan, melalui kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru tentang layanan bimbingan dan konseling di MTs Swasta Lab IKIP Al-Washliyah Medan.

“Guru dapat memberikan layanan kepada peserta didik dan dapat menggunakan media google meet pada saat proses pemberian layanan bimbingan kelompok,” ujarnya.

Lebih jauh, dosen senior UMN Al-Washliyah ini mengatakan, seperti diketahui bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

“Bahwa untuk guru kelas, di samping wajib melaksanakan proses pembelajaran juga wajib melaksanakan program bimbingan dan konseling terhadap peserta didik di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.

Senada dikesempatan yang sama, Dosen UMN Al-Washliyah dari Fakultas Ekonomi Rizqy Fadhlina Putri, SE, M.Si, CBV dalam pengabdian masyarakat di sekolah tersebut, beliau membawa materi mengenai, “Pengelolaan Makanan Korea Bertaraf Islami Dalam Menghidupkan Keuangan Produktif Bagi Guru”.

Rizqy menjelaskan, bahwa saat ini sangat maraknya budaya dari negara Korea yang masuk ke Indonesia mulai dari drama Korea bahkan sampai makanan dari negara tersebut juga sudah sangat digemari oleh warga Indonesia.

Maka dari itu, Fadhlina mengajak para guru untuk melihat peluang yang ada agar dapat membuat salah satu makanan khas korea yaitu Tteokbokki.

“Makanan Tteokbokki ini merupakan makanan yang terbuat dari tepung beras dan lumuri oleh saus gojuchang yang pedas. Kebanyakan saus gojuchang yang ada di Indonesia adalah saus yang tidak halal, maka beliau juga mengajarkan kepada para guru untuk membuat saus gochujang yang halal dan terjamin kebersihannya,” imbuh Putri mengakhiri.

Pada kegitan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) juga dihadiri Kepala Sekolah beserta Guru MTs Swasta Lab IKIP Al-Washliyah.

Reporter : R/Jepri Zebua

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LLDikti Sumut Diapresiasi Telah Dukung Pengurusan YPDA Medan yang Baru

mimbarumum.co.id - Mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) mengapresiasi kepengurusan baru Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) Medan dan mematahkan isu...