Diterpa Kabut Asap, Pertamina Terus Pasok Energi

Berita Terkait

- Advertisement -

mimbarumum.co.id – Diterpa kabut asap Pertamina Persero tetap memasok energi meski Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru pada Selasa (23/09/2019), menembus angka 500.

Kondisi yang dikategorikan berbahaya ini, melanda Pekanbaru sejak beberapa hari terakhir.

Di tengah asap yang memadati, pekerja Pertamina berjuang menjaga kelancaran pasokan BBM dan elpiji. Serbuan asap membuat jarak pandang hanya 300 sampai 500 meter. Paparan asap berpotensi sebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga : Pertamina Salurkan 16 KL Avtur Bantu Karhutla Riau

- Advertisement -

Sahrizal, Awak Mobil Tangki (AMT) dari TBBM Sei Siak mengisahkan imbas asap pada pengiriman BBM.

“Saya biasa nyetir dua rit, sekitar 270 km ke SPBU di Rengat. Karena asap, jarak pandang terbatas. Jadi saya ekstra hati-hati, nyalakan lampu meski siang hari. Juga mengurangi kecepatan mobil tangki, dibawah rata-rata normal,” ujarnya.

Selama Riau diliputi asap, mobilitas masyarakat menurun. Sekolah yang diliburkan dan ancaman kesehatan, menyebabkan warga mengurangi berkendara. Walhasil, konsumsi BBM menurun 10 hingga 15 persen.

Untuk elpiji, penerimaan pasokan melalui kapal di jetty VI kilang Dumai dan jetty supply point Patradok Dumai berjalan sesuai jadwal. Namun demi keselamatan, proses lepas dan sandar dilakukan pada siang hari.

Pengiriman elpiji ke 13 SPPBE di wilayah Riau yang menggunakan mobil tangki skid tank, terdampak terbatasnya jarak pandang. Akibatnya, kecepatan skid tank pun harus diturunkan dari rata-rata. Kondisi ini diantisipasi dengan pengiriman lebih dari satu ritase di beberapa SPPBE.

Selama September, rata-rata penyaluran elpiji 3 kg di Riau sekitar 141 ribu tabung per hari. Jumlah ini meningkat dibanding rata-rata penyaluran pada Agustus sebanyak 117 ribu tabung per hari. Pantauan di lapangan menunjukkan pasokan elpiji mencukupi kebutuhan masyarakat.

Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengatakan pihaknya membekali pekerja Pertamina di Terminal BBM (TBBM) maupun depot elpiji dengan masker standar N95.

Untuk menjaga stamina, diberikan makanan tambahan berupa vitamin. Pihaknya juga menyediakan air purifier di ruangan kantor dan oksigen bagi yang membutuhkan.

Sebagian keluarga pekerja, juga sudah dievakuasi. Mereka dipindahkan sementara ke Padang, Medan maupun Jakarta.

“Walau asap menimbulkan kendala dalam operasional, namun tidak mengganggu kelancaran pasokan. BBM, elpiji dan avtur tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Roby. (ml)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Pilihan

Ketua Kadin Sumut: Pekerja Harus Peroleh Take Home Pay Upah Minimal 70 Persen

mimbarumum.co.id - Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara menyampaikan penetapan upah minimum provinsi (UMP) idealnya sesuai kebutuhan hidup layak...