mimbarumum.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonni Waldi memastikan harga bawang putih tidak lebih dari Rp40 ribu per kilogram.
“Stok bawang putih di Sumut aman dan cukup. Harga Rp30 ribu-Rp36 ribu/kg. Harga ini dalam kondisi harga normal seperti hari sebelum Ramdhan,” ungkap Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provsu, Zonni Waldi pada Jumat (17/5/2019) kepada wartawan.
Dikatakanya, diawal Ramdhan harga bawang pada 7 Mei-8 Mei sempat diharga Rp80 ribu-Rp 100 ribu/kg. Namun pihaknya mengaku langsung melakukan antisipasi dengan mengelar Opera Pasar (OP) dibeberapa pasar tradisional.
Kata dia lagi, pada pekan lalu sudah masuk bawang putih impor dari China sebanyak 145 ton atau 6 kontainer melalui Pelabuhan Belawan dimana 1 kontainer dijelaskannya khsusus digunakan untuk OP di 6 pasar tradisional.
“Di OP itu dijual murah dimana importir mengurangi keuntungannya untuk mensubsidi importir,” ujar Zonni yang baru saja menjabat sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan itu.
Enam pasar yang digelar OP yakni, pasar Simpang Limun, Palapa, Sukaramai, Pusat Pasar, Sei Sikambing dan Petisah.
“Waktu itu bawang putih import yang disubsidi itu dikasih kepada 10 orang pedagang dengan bobot barang 480 kg untuk satu pedagang. Para pedagang harus menjual diharga Rp30 ribu/kg karena distributor jual ke pedagang hanya Rp25 ribu/kg,” papar Zonni.
Sehingga Zonni menyampaikan bahwa Stok bawang putih di Sumut aman sampai saat ini hingga sampai lebaran mendatang.
Ini berani ditegaskannya karena susah masuk bawang putih impor melalui pelabuhan Belawan mencapai 665 ribu kg bawang putih. Dan bakal masuk lagi bawang impor dari Cina sebanyak 870 ribu kg.
“Artinya jangan sangsi lagi bahwa harga ini akan bergejolak lagi. Kami harapkan tidak akan ada orang melakukan penimbunan karena Kita buah akan terus melakukan pengecekan ke gudang-gudang penyimpanan lagi,” paparnya.
“Himbauan bagi konsumen tidak usah beli banyak -banyak, beli saja secukupnya. Distributor dan pedagang jangan disimpan dulu jangan ditimbun . Tidak akan naik lagi. Kita akan ketok distributor, untuk mengawasi ini kita ada tim pengawasan dan saya minta masyarakat ikut mengawasi ini,” ucapnya. (Ml)