mimbarumum.co.id – Sudah dua kali ini Putra “nonggok” di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Tahun sebelumnya, ia juga ikut terdaftar sebagai pedagang kaki lima yang turut menyemarakkan ajang tahunan rakyat Sumatera Utara ini.
Pria yang mengaku berasal dari kawasan Tanah Abang itu masih tetap berjualan kerak telor. Makanan khas warga Jakarta itu, menurutnya masih diminati masyarakat di
daerah ini.
Itu terbukti dari omset penjualannya yang lumayan besar. Sehari, bahkan ia bisa membawa keuntungan hingga Rp1 juta, namun pada hari-hari biasa ia hanya mampu
mengantongi penghasilan senilai Rp200 ribu.
“Ketika ‘weekend’ penghasilannya hingga Rp1 juta tetapi terkadang hanya dapat omset Rp400 ribu perhari dengan modal Rp 200 ribu,” ucapnya.
Makanan khas Betawi itu, belakangan ini memang diminati banyak orang. Jajanan berbahan baku beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, serundeng kelapa dan
diberi bumbu halus berupa cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir itu memang dirasakan enak.
Mawar, salah satu pembeli kerak telor milik Putra itu mengaku menggemari jajanan itu. Apalagi, katanya, harga makanan itu relatif ekonomis. “Terjangkau harganya,”
ujar Ibu dua orang anak tersebut. (An)