mimbarumum.co.id – Hari kedua gelaran Khitan Berkah di Rumah Kolaborasi Jalan Cut Mutia Medan. Sejak pagi, sekitar 20 orang anak didampingi orangtua datang menunggu giliran dipanggil untuk khitan.
Tampak tiga peserta yang terbilang muda dari peserta-peserta lain. Mereka adalah Azmi Farras Tumanggor, Fathir, dan Evi Atala. Ketiganya masih berusia 8 tahun.
Azmi Farras tidak terdengar tangisan dari bocah warga Medan Denai ini saat di khitan. Usai di khitan, Azmi pun tak tampak kesakitan. “Padahal yang lain lebih tua, tapi dia tidak kesakitan,” ucap ibunya, Mawar Sinaga.
Sementara Fathir yang ditemani ibunya hanya diam dan menurut. Namun saat memasuki ruang khitan, Fathir mulai cemas dan menyatakan keenggannya ke ibu.
Baca Juga : Tuntutan Abdul Majid Diwujudkan Sang Ayah
Namun usai dibius, ketakutan Fathir kembali lagi, sehingga menolak di khitan. “Jangan dipaksa bu. Tunggu tenang dulu,” ucap dokter Ridho yang mengkhitannya. Lama dibujuk, Fathir tetap kukuh tidak mau dikhitan. Dan akhirnya, Fathir gagal khitan.
Lain lagi dengan Evi Atala. Evi lari ketakutan dan gagal khitan sebelumnya. Hari ini, Evi berubah lebih percaya diri. Usut punya usut, ternyata Evi dijanjikan motor trail oleh ayahnya jika mau khitan.
“Dia minta kereta trail, kita berikan asal mau khitan. Makanya mau,” jelas Hendri.
Harapannya, Bobby dan Aulia Rachman tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini secara berkelanjutan, saat nanti terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan. Agar bisa terus ada program yang membantu warga yang kurang mampu.
Penanggungjawab Khitan Berkah, Faisal Arbi menjelaskan, dari sisi medis, sebenarnya tidak ada usia minimal dan maksimal yang ditetapkan untuk berkhitan.
Melihat dari ukuran kelaminnya, kalau sudah bisa dilakukan, usia berapapun itu tidak masalah, lebih cepat lebih bagus untuk menjaga kebersihan. (Rel)
Editor : Dody Ferdy