mimbarumum.co.id – Prof Dr H Ali Yakub Matondang MA, seorang ustadz yang juga calon anggota DPD RI hadir di tengah-tengah orang minang yang tergabung dalam Keluarga Besar Ikatan Keluarga Jambak Sabatang (IKJS) di Jalan Menteng Raya/RM Risky Jaya Pasar Merah Medan, kemarin.
Ia hadir dalam rangka memenuhi undangan Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1440 Hijriah/2019 Masehi yang digelar Keluarga Besar Ikatan Keluarga Jambak Sabatang (IKJS) di Jalan Menteng Raya/RM Risky Jaya Pasar Merah Medan.
Kehadiran Calon DPD RI itu untuk mememnuhi undangan khusus dari pihak panitia IKJS yang meminta dirinya tampil sebagai ustadz dalam acara tausyiah di depan ribuan masyarakat Minang yang hadir.
Selain menghadirkan Rektor IAIN (1996-2001) dan Universitas Medan Area (2005-2018), pihak panitia juga mengundang Qori nasional Adnan Tumanggor untuk pembacaan ayat suci Al-Quran pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
Turut hadir, Ketua Umum IKJS H Bg Bustami Landuo Jambak, Wakil Ketua Bg Syahrial Jambak, Sekretaris Bg Rajab Napolis Jambak, Wakil Sekretaris Bg Anwar Pol Maken AR Jambak, Bendahara Bg Amrijal Heri dan Wakil Bendahara Sidi Muhammad Idris, tokoh-tokoh minang dan ribuan masyarakat Minang.
Dalam tausyiahnya, Buya menjelaskan bagaimana peran manusia sebagai khalifah. Dimana, khalifah mengandung fungsi Al-Ibadah dan As-Siyadah atau kepemimpinan.Â
“Dalam melaksanakan kedua fungsi ini diperlukan komitmen dan kesetiaan yang komprehensif kepada Allah SWT, Al-Qur’an, Rasulullah SAW, para Imamnya umat Islam dan sesama umat Islam,”sebut alumni Al Azhar Kairo Mesir tersebut.
Komitmen dan kesetiaan ini, terang buya, diperlukan dalam rangka menghadapi persaingan global untuk mencapai ridha Allah. Buya menyebutkan di dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, senantiasa kaum muslim bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Bersolawat Nabi yang dimaksud ini, bukan hanya sekadar mengucapkannya. Yang lebih penting dari itu adalah meneladani atau mencontoh Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Ia juga meminta jamaah memperbanyak hidayah dengan membaca Al-Quran. Karena Al-Quran adalah kitab suci umat Islam, sekaligus sebagai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Membaca Al-Quran bentuk perintah yang bersifat mutlak,” kata Buya.
Dalam ceramahnya, penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000-2005 tersebut juga menyampaikan potensi manusia di muka bumi perlu ilmu pengetahuan. Karena manusia itu adalah makhluk yang paling mulia.(09)