Bukan Aib, Covid-19 Bukan Penyakit Memalukan Kok

Berita Terkait

MASIH ada masyarakat beranggapan Covid-19 adalah aib. Penyakit memalukan bahkan dijauhi oleh orang-orang. Padahal sampai detik ini masyarakat di Tanah Air masih hidup berdampingan dengan Covid-19.

Namun tidak dipungkiri masyarakat pun meninggal dunia disebabkan oleh virus ini.

Salah seorang Jurnalis Televisi Swasta di Medan, Leli Irawan berbagi pengalamannya mulai ia terpapar Covid-19 hingga medis menyatakan ia pulih dan kembali beraktifitas.

“Awalnya suami aku dinyatakan positif. Dia (suami) pun mengisolasi di rumah tentunya dengan prokes ketat. Aku pun harus rapid tes dan hasilnya reaktif. Sebenarnya sejak kuliah dulu aku ngidap bronkitis. Nah Covid-19 menyerang penyakit terdahulu hingga makin jadi,” ujar Leli, Selasa (24/11/2020).

- Advertisement -

Baca Juga : Covid-19 Bukan Ditakuti, Patuhi Prokes, Berantas Narkotika

Dia merupakan terpapar Covid tanpa gejala. Penciuman, hilang selera makan seperti kebanyakan orang yang positif Covid pun tak ia rasakan. Begitu pun dokter menyarakannya komsumsi obat.

“Isolasi di rumah aku sempat ngerasain panik, stres bahkan sampai drop. Herbal sampai vitamin pun aku komsumsi karena saran dokter. Awalnya aku sih enggak mikir bakalan terpapar juga,” sebutnya.

Sejak terpapar, ia dan suami pun merubah pola hidup. Pola hidup sehat itu pun dilakukannya hingga saat ini. Apalagi pemerintah belum memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.

“Pola hidup dirubah. Kebiasaan pola hidup lama dirubah jadi pola hidup sehat. Ya sewaktu isolasi di rumah memang pakai prokes, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Kebetulan aku dan suami belum punyak anak. Jadi di rumah hanya aku dan suami. Interaksi dengan saudara pun terpaksa dari jarak jauh,” ungkapnya lagi.

Selama masa isolasi di rumah, ia menamakan pola hidup itu jadwal sehat. Meski sudah menjalankan jadwal sehat, Leli pun mencoba melakukan swab lagi. Aneh memang, hasilnya masih tetap positif.

“Aku tes swab kedua kalinya tapi hasilnya positi. Terus sesuai aturan pemerintah ada penambahan waktu isolasi 13 hari. Ya aku ikuti. Selama tambahan waktu itu barulah tim medis menyatakan aku sehat secara tertulis. Barulah aku kembali kerja lagi,” terang Leli.

Pengalamannya terpapar Covid mungkin menjadi cerita bahwa itu bukanlah hal mengerikan. Positifnya, pandemi ini mengajarkan masyarakat berperilaku hidup sehat kapan dan dimana saja.

“Covid bukan penyakit memalukan. Masyarakat yang sudah sembuh jangan mengurung diri. Itu malah bikin kita drop lagi. Jangan dijauhi berilah respon positif. Jadi bukan dihindari. Bukan hal yang memalukan kok,” kisahnya.

Penulis : Dody Ferdy 

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025

mimbarumum.co.id – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menyiagakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama libur dan cuti bersama Lebaran 2025...