mimbarumum.co.id – Wali Kota Medan Bobby Nasution membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2025 di hotel Four Points By Sheraton, Jalan Gatot Subroto, Kamis (29/2/2024).
Dalam Musrenbang tersebut, Bobby Nasution mengatakan pekerjaan yang baik mesti diawali dengan perencanaan yang baik sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan.
“Inti dalam Musrenbang ini ialah dimana pekerjaan yang baik harus diawali dengan perencanaan yang baik pula, karena itu saya ingin melalui musrenbang 2025 ini, pembangunan yang dihasilkan harus dapat bermanfaat baik dari segi perekonomian maupun pelayanan masyarakat,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Bobby Nasution juga mengatakan kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo harus terus dapat di dorong dan di manfaatkan khususnya dalam pemanfaatan produk unggulan lokal. Oleh karena itu Pemko Medan, bilang Bobby Nasution harus terus dijadikan tempat pengembangan usaha dan juga market bagi para pelaku UMKM.
“Dengan begitu pelaku UMKM bisa merasakan manfaat hadirnya Pemko Medan ditengah-tengah mereka,” ujar Wali Kota.
Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution juga mengingatkan inflasi di kota Medan harus terus dapat dijaga, sebab inflasi kota Medan mempengaruhi hampir 80% inflasi di Provinsi Sumut. Artinya apabila inflasi dikota Medan tinggi maka inflasi di Provinsi Sumut juga dipastikan tinggi.
“Sebagaimana amanat bapak Presiden, kita harus terus menjaga tingkat inflasi di kota Medan terkhusus inflasi pangan, dengan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan memastikan rantai pasoknya tetap aman,” imbuhnya.
Masalah penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian serius Bobby Nasution. Orang nomor satu di Pemko Medan tersebut tidak ingin di tahun 2025 kota Medan masih menjadi kota dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Sumut.
“Untuk tahun 2025 nanti saya berharap kita bisa bersama-sama mengurangi bahkan menghilangkan peredaran narkoba di kota Medan. Walaupun tantangan ini berat tetapi peran seluruh stakeholder sangat penting untuk menghilangkan peredaran narkoba ini,” terang Bobby.
Terakhir, Bobby Nasution mengingatkan kepada pimpinan Perangkat Daerah agar bekerja dengan kreatifitas tidak sekedar hanya mengandalkan APBD. Artinya Pimpinan Perangkat Daerah harus bisa melakukan pekerjaan dengan memanfaatkan kerjasama dengan Badan Usaha.
“Jadikan kegiatan di Pemko Medan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi,” pesanya.
Sebelumnya Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar dalam laporanya menyampaikan musrenbang RKPD 2025 telah digelar selama dua hari dari tanggal 28-29 Februari 2024. Musrenbang ini diwali dengan pembahasan diskusi kelompok di tiga bidang yakni bidang pembangunan, pemerintahan dan pembangunan Manusia, bidang infrastruktur dan kewilayahan, serta bidang perekonomian dan sumber daya alam.
“Musrebang RKPD tahun 2025 ini telah melalui proses yang sangat panjang, mulai dari musrenbang Kelurahan, musrenbang Kecamatan, hingga Forum Perangkat Daerah. Dari hasilnya sebanyak 1019 usulan yang ditujukan kepada 17 Perangkat Daerah, dan yang telah diakomodir sebanyak 953 usulan,” tukasnya.
Reporter : Jepri Zebua