mimbarumum.co.id – Dalam rangka pelepasan murid tingkat TK dan SD, Sekolah Alam Semangat Bangsa mengadakan pentas seni dan wisuda di halaman sekolah jalan Karya Jaya pada Sabtu (17/6/23) yang bertemakan Born to be A Star.
Pentas seni itu ditunjukkan ke hadapan para orang tua murid dan tamu yang hadir seperti Ketua Yayasan Pendidikan Semangat Bangsa, Bapak Dr. H. Amirulsyah, M. Si.
Seluruh murid dari tingkat Kindergarten hingga Primary (TK dan SD) menampilkan sebuah pertunjukan seni diantaranya pembacaan puisi, seni tari, seni musik, dan penampilan lainnya yang sangat meriah dan penuh semangat.
Jauh hari sebelum kegiatan ini dimulai, seluruh murid juga mengikuti kegiatan Summer Camp yang bertujuan untuk memupuk kekompakan, keberanian, kemandirian, serta kepemimpinan. Acara Summer Camp ini dilakukan selama dua hari satu malam pada Maret lalu.
Syahrial Fahmi Gultom selaku operator sekolah dan wali guru kelas 6 SD mengatakan, Sekolah Alam Semangat Bangsa fokus pada pendidikan berkarakter,namun pendidikan karakter itu tidak semudah yang dibayangkan.
“Sejauh ini kami sudah memberikan hal yang maksimal dalam proses pembelajaran. Ada pun kekurangannya akan kami gali untuk ke depannya agar lebih baik,” tuturnya.
“Yayasan dituntut untuk tidak boleh marah kepada anak. Anak harus bisa belajar tanpa tekanan. Jadi kami di sini guru-guru hanya fasilitator menyampaikan materi. Sejauh ini kami membutuhkan buya dan bunda untuk memberikan pelajaran yang baik,” ucapnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid yang hadir pada acara pentas seni ini agar bisa membangkitkan kerja sama orang tua, guru, dan anak-anak murid.
“Keberhasilan dari acara ini merupakan keberhasilan dari abang, kakak, (Murid), dan gurunya. Kalau ada yang ingin disampaikan langsung saja kepada saya,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Fahmi itu mengungkapkan, mendidik anak laki-laki dan anak perempuan itu sangat berbeda. Kalau anak laki-laki akan tumbuh dan mempunyai nalar yang sempurna saat berusia 17 tahun.
“Kalau anak perempuan jauh lebih meningkat di sekolah dasar. Jadi banyak yang beranking itu anak perempuan. Jadi kalau anak laki-laki lihat ketika dia mau kuliah. Dia aktif di organisasi dan sudah mulai speak up,” katanya.
Ia berharap agar para orang tua murid tetap bekerja sama dengan para guru untuk mengembangkan potensi anak karena setiap anak itu unik dan setiap anak itu pintar.
Reporter: Zaim Dzaky