mimbarumum.co.id – Bobby Nasution mensinyalir carut masalah di Kota Medan karena sistem pemerintahan yang diterapkan kurang tepat.
“Kami datang di sini, sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Ada satu point yang paling penting yang ingin kami sampaikan. Kami ingin ada perubahan di Kota Medan ini,” ucap Bobby saat bersilaturahmi dengan ibu-ibu pengajian Medan Tembung, Senin (21/9/2020).
Dia menyampaikan gambaran bobroknya sistem pemerintahan selama ini dengan analogi kelas. Jika dalam sekelas ada 10 orang, dan semuanya belum ada yang lulus, mungkin yang salah bukan pemimpinnya, tapi sistemnya.
“Kondisi Kota Medan menjadi pembelajaran, bahwa pemimpin kita belum bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Bukan hanya salah pemimpin, personal, sistemnya yang salah,” ungkapnya.
Baca Juga : Curhat di Medsos, Kepala Sekolah Ini Akhirnya Bertemu Bobby
Karenanya, ia pun berencana selain pembangunan fisik kota, dia akan mengedepankan pembangunan sumber daya manusia.
Dia pun berjanji, saat memimpin nanti akan menginformasikan penggunaan anggaran yang telah dilakukan kepada masyarakat.
“Belajar dari daerah lain, anggaran dijabarkan. Sehingga dapat menjelaskan anggaran pembangunan lebih banyak kemana. Ini keinginan kami, bersama Bang Aulia,” terangnya.
Bobby pun ingin membuat citra negatif slogan ‘Ini Medan Bung’, menjadi lebih bagus. Selain itu, Wakil Ketua BPP HIPMI ini juga menyampaikan targetnya memberikan 1.000 beasiswa untuk mahasiswa per tahun.
Di kesempatan ini, Ketua Relawan Berkah, Bondaharo Siregar menuturkan kegiatan silaturahmi dilakukan untuk mendekatkan Bobby kepada relawan.
“Yang ingin hadir banyak, tapi karena terbatas akibat pandemi, hari ini yang hadir yang betul-betul niat mengajak seluruh keluarga memenangkan Bobby Nasution dan H Aulia Rachman,” tukasnya.
Bondaharo juga menyampaikan dirinya mengenal sosok Bobby sebagai seseorang yang ber ljiwa sosial.
“Seperti saya dengar ada kawan sekolahnya yang tidak bisa bayar, dibayarkan olehnya uang sekolah tersebut,” tukasnya. (rel)
Editor : Dody Ferdy