Bobby Lupa Janji!

Berita Terkait

  • Potret Kemiskinan Warga Kota Medan (7)

HELMI Pulungan, pencari ban bekas yang kehidupannya lebih sulit dari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), harus membayar Rp700 ribu setiap bulan untuk kontrak rumah, air, dan listrik.

Dengan penghasilan yang tidak menentu dari mencari ban bekas, Helmi harus menghidupi keluarganya di Jalan Brigjen Katamso Gang Bidan, Kota Medan. Tepat berada di pinggiran Sungai Deli.

Bersama sang istri, yang hanya buruh cuci keliling, Helmi dan istri juga hurus membayar biaya sekolah anak yang paling kecil, yang sekarang duduk di kelas 8 SMP Negeri 2 Kampung Baru.

Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Mereka mengeluarkan Rp285 ribu untuk membayar baju batik, topi, dasi, dan juga logo sekolah. Angka tersebut belum juga termaksud baju olah raga sang anak. Sampai sekarang Helmi masih berutang kepada pihak sekolah untuk pelunasan perlengkapan sekolah sang anak.

- Advertisement -

Padahal, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2022, sebesar Rp12.559.108.770, dianggarkan untuk pengadaaan perlengkapan siswa.

BANJIR

Selain keadaan ekonomi yang sulit, Helmi beserta keluarga juga harus bertahan tinggal di daerah yang dalam seminggu mengalami kebanjiran sebanyak tiga kali. Kebanjiran, disebabkan penimbunan oleh pihak perumahan Istana Prima.

Pada 2020, Helmi mengaku tempat mereka tinggal pernah mengalami kebanjiran setinggi 4 meter.

Di dalam rumah Helmi yang serba terbatas, hanya berisi 1 unit kipas angin, 1 unit tv, dan 1 unit kulkas. Terlihat di depan rumah Helmi
tergantung pakaian yang habis dicuci, di halaman depan dan belakang rumah terdapat tumpukan ban bekas yang hendak dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Helmi mengaku kepada Koran MimbarUmum, sewaktu pemilihan walikota Medan, dia adalah pendukung Bobby Nasution, dengan harapan, menantu Presiden Jokowi itu bisa membawa perubahan, atau setidaknya bisa membantu perekonomian rakyat kecil seperti dirinya.

Ternyata janji kampanye disampaikan Bobby sewaktu masa kampanye di lingkungannya, hanya janji semata.

“Di depan itu (sambil menunjuk Gang Bidan, tempat Bobby pernah berkampanye – red), pernah Pak Bobby berpidato, menjanjikan kehidupan yang lebih layak untuk warga sekitar sini, tapi setelah terpilih, pak Bobby lupa sama janjinya.”

Helmi –dengan wajah sedih seperti tidak habis pikir– sama sekali tidak mengomentari fakta walikota yang semula dia puji-puji, ternyata kini juga sudah “wara-wiri” ke luar kota Medan, memberikan bantuan sembako dan permodalan kepada warga miskin dan UMKM, justrSi di daerah jiran, bukan kota Medan.

Reporter : Deo

Tulisan ini telah terbit di Koran MimbarUmum edisi 6 Oktober 2022.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Ops Ketupat Toba 2025: Gangguan Kamtibmas dan Laka Lantas Menurun

mimbarumum.co.id – Pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2025 menunjukkan hasil positif. Gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas menurun signifikan dibanding...