mimbarumum.co.id – Founder Relawan Berkarya Nyata, Bachtiar Ahmad Sibarani mengungkapkan permasalah Kota Medan, tentu ada solusinya. Untuk itu, kepada anak muda diminta menunjukkan kemampuan dan gerak cepat membangun Kota Medan.
“Medan ini barometer Sumatera Utara, tentu menjadi tolak ukur dan wajah Sumatera Utara. Malu kalau dibilang wilayah sering-sering banjir. Karenanya, saatnya anak muda jadi pemimpin,” ungkap Bupati Tapanuli Tengah ini.
Ketua Nasdem Tapanuli Tengah ini juga mengungkapkan, meskipun tanpa kehadiran Bobby Nasution karena terbatas pandemi Covid-19, relawan akan terus berjuang di kecamatan dan kelurahan untuk memenangkan pasangan Bobby-Aulia.
“Kemenangan Bobby tergantung kepada masyarakat Kota Medan, kalau ingin perubahan, kalau ingin perbaikan. Jawabannya cuma satu, Bobby Nasution Wali Kota Medan,” pungkasnya.
Baca Juga : Pemilik Ribuan Pil Ekstasi Divonis Ringan? Ada Apa Bu Jaksa dan Pak Hakim
Sebelumnya, Ketua Relawan Berkarya Nyata, Tengku Imam Wahyudi mengungkapkan Berkarya Nyata adalah salah satu komunitas dimana kaula muda berkumpul untuk membantu memenangkan paslon Bobby-Aulia.
Dalam kesempatan itu, Bobby berjanji akan transparan pada penggunaan anggaran saat memimpin nanti.
“Biar semua masyarakat kota Medan paham, berapa anggaran, rencana pembangunan kemana saja, juga berapa yang digunakan,” katanya.
Anak muda, jelas Bobby, harus melek informasi terkait pembangunan kota. Lantaran dana yang digunakan adalah dana masyarakat. Wali kota, diberikan kepercayaan untuk mengelola dana untuk pembangunan agar lebih baik lagi.
“Dana yang dikelola dalam satu periode kepemimpinan cukup besar, bisa mencapai Rp 30 triliun. Makanya sebelum mencalonkan jadi pemimpin, harus cari tahu permasalahan kota, pembangunan seperti apa yang akan dibuat,” lanjutnya.
Dalam pembangunan kota, ungkap Bobby, cuma dua kebutuhan pembangunan yang harus dilakukan. Yakni pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia.
“Karena itulah saya bicara transparansi anggaran. Biar semua masyarakat tahu anggaran yang dimiliki berapa, dan digunakan kemana saja. Jangan bicara sudah terus melakukan pembangunan fisik, lubang jalanan masih banyak,” ungkapnya. (Rel)
Editor : Dody Ferdy