mimbarumum.co.id – Lembaga ATL (Asosiasi Tradisi Lisan) melakukan kegiatan bedah buku “Serumpun Pantun Melayu” pada (29/1/24) di Cafe Kaldera Toba, Kota Medan.
Bedah buku itu dilakukan sekaligus untuk membuat progam menjadikan pantun sebagai iklan wisata untuk pengunjung dalam negeri atau manca negara (terutama Asean) di kawasan Danau Toba.
Buku yang berisikan 3500 pantun Melayu itu ditulis dan dikumpulkan ulang oleh Dr Shafwan Hadi Umry. Ia juga memaparkan awal sejarah pantun Melayu yang dimulai pada abad 14 yang kemudian tersebar ke wilayah Nusantara (Sumatra, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, dan Thailand Selatan).
Shafwan yang merupakan anggota ATL menjelaskan, penggunaan pantun bukan hanya di kalangan rakyat saja, melainkan digunakan oleh kalangan kesultanan Melayu. Ia juga mengungkapkan Sultan Banten, Raden Patah pernah berkirim surat kepada Sultan Melaka ketika abad 1511 M.
_Kalau roboh Kota Melaka/ Papan Jawa saya dirikan/ Kalau sudah begitu dikata/ Badan dan nyawa menanggungkan._
Shafwan menyimpulkan dalam makalah yang bertajuk “Pantun Melayu dalam Panggung Unesco (Kearifan Lokal dan Kesantunan Tekstual)” tersebut bahwa pantun yang telah diakui Badan Dunia Unesco (17 Desember 2020) sebagai warisan dunia tak benda dapat juga merupakan ‘benteng literasi Melayu’ yang menyimpan sejumlah pesan kearifan .
“Pesan tekstual dalam bentuk ‘akal dan basa’ atau ‘rasio dan rasa ‘ tentang pesan kemanusiaan, kealaman dan ketuhanan dalan memelihara karakter manusia yang baik dan bijaksana,” terangnya.
Kemudian, ia berpendapat bahwa kekuatan berita pikiran dalam pantun yang tersimpan dalam sampiran selalu dipagari dengan budi bahasa dalam isi pantun. Seperti ungkapan Melayu “Lubuk Akal Tepian Budi”.
Acara bedah buku itu dihadiri para dosen dan pemerhati pantun diantaranya Prof.Tengku Silvana Sinar, Prof. Robert Sibarani yang juga ketua ATL Sumut, Prof Ichwan Azhari (Ketua Pusat Kajian Sejarah Unimed), Dr. Yessi Octavianna dan Dr. Hiace Vega Fernandus, Dr. Charles Butar-butar, Dr. Charles Silalahi, Dr. Efri Elias Simatupang , Dosen Universitas Methodis, Dr.Martina Silaban (Univ.Darma Agung), Dr. Dahlena Sari Marbun (UISU) Dr.Yusni Khairul Amri (UMSU), Drs. Nelson Lumbantoruan,M.Hum (UPT Pariwisata Humbang Hasudutan) serta mahasiswa, dan peminat pantun Melayu.
Reporter: Zaim Dzaky