Banyak C6 Belum Terdistribusi

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Menjelang massa pencoblosan masih banyak warga yang tidak memperoleh C6 di Kota Medan. Tentunya kontradiktif dengan hakekat demokrasi dan gaungan yang mengajak untuk tidak golput.

“Kendala dilapangan saat petugas kami mengantarkan C6 pemilih sedang tidak berada di rumah, kata Ketua Panitia Pemilu Kecamatan Medan Kota, M Hutajulu kepada mimbarumum.co.id Senin (15/4) di ruang kerjanya.

Ia menerangkan masih ada warga yang domisilinya tidak sesuai e-KTP. Serta ada yang sudah meninggal namun tidak dilaporkan sehingga C6 keluar, karena masih masuk DPT, itua lah yang kami terima laporan dari petugas yang mendistribusikan di tingkat kelurahan.

“Untuk Kecamatan Medan Kota jumlah pemilih laki-laki berjumlah 34765 sedangkan perempuan berjumlah 37188.

- Advertisement -

Jadi jumlah keseluruhan 71953 segitulah yang didistribusikan C6. Pemilih akan disebarkan ke 278 TPS di 12 Kelurahan, sebut Hutajulu.

Sementara itu, Ketua PPK Medan Denai hendak di konfirmasi namun sedang tidak berada di tempat.

“Bagian PPK ada di lantai atas tapi kalau siang begini mereka tidak ada, nanti sore lah mereka biasanya baru ada,” ujar seorang pegawai berpakain dinas sembari berlalu dan pergi.

“Ini sudah berungkali terjadi, kami selalu saja tidak memperoleh undangan untuk memilih. Kemarin juga begitu sewaktu pemilihan gubernur tidak juga mendapatkan undangan. Namun sebagian kelompok selalu saja memperoleh undagan padahal satu kelurahan,” kata Riama Br Napitupulu kepada Mimbar dikediamannya, Sabtu (13/4).

Sebelumnya warga di Kecamatan Medan Johor juga mengeluhkan peristiwa yang berulangkali terjadi seakan sudah terstruktur sistematis.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di Kelurahan Kedai Durian, bukan warga baru, lima anak saya semua uri-urinya di tanam di tanah Kedai Durian. Jadi saya rasa ini sengaja sudah direncanakan untuk menyekat-nyekat antar kelompok pemilih yang berpihak ke calon tertentu, sebutnya.

Lanjut Riama menyebutkan, tidak ada dari pihak terkait yang mengajari cara pencoblosan. “Itu kan katanya mencoblos lima kali, namun bagaimana wujudnya surat suara tersebut kami banyak yang tidak tahu,” pungkas Riama seoarang ibu rumah tangga.

Ida Br Tumanggor juga menyampaikan hal yang sama bahwa belum tahu cara mencoblos seperti apa.

Katanya, ia pemilih pemula kendati usianya menginjak 28 tahun namun baru tahun ini memperoleh hak pilih di Kota Medan dikarenakan baru memperoleh e-KTP.

“Tidak ada yang mengajari cara mencoblos ke TPS, dengar-dengarkan mencoblosnya lima kali hanya tau itu saja,” katanya.

Suami Ida yakni Rukudi Hulu ikut menimpali memberikan testimoninya. Ia mengatakan, kemarin saya pergi ke rumah kepling melaporkan sudah bisa memilih tidak, karena kami masih warga baru dan e-KTP baru. Jawab kepling kepada saya, belum bisa memilih karena belum terdaftar. Jadi saya pun bingung belum terdaftar bagaimana, celetuknya.(Jep)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Ketua PSI Sumut Sambut Ide Partai Super Tbk: Pak Jokowi Punya Ide Cerdas yang Solutif

mimbarumum.co.id - Ketua DPW PSI Sumatera Utara (PSI Sumut) HM Nezar Djoeli sangat mendukung gagasan Partai Super Terbuka yang...