Aceh Tamiang, Mimbar – Penyaluran bantuan ternak lembu bagi kelompok tani Gemah Ripah II Kampong Jamur Labu, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Aceh diduga diselewengkan. Dari 10 ekor yang dialokasikan, hanya 3 ekor yang mereka terima.
Junaidi, salah satu anggota kelompok tani itu mengakui bahwa mereka sudah menerima lembu bantuan pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) sejak pada bulan Juni lalu. Namun, akunya tidak semua lembu itu mereka terima secara utuh.
“Hanya tiga ekor yang diberikan ke kelompok. Tujuh ekor lagi dibagikan kepada orang-orang yang di luar kelompok Gemah Rifah II,” ucapnya, Rabu (8/8/2018) kepada Mimbar.
Dia mengatakan pengalihan pemberian bantuan lembu itu atas arahan seorang oknum anggota dewan di daerah itu. Oknum berinisial MN yang dduduk pda Komisi D itu, katanya yang meminta agar sebagian lembu bantuan diserahkan kepada beberapa orang yang berada di luar Kampong Jamur Labu.
“Iya, kita bagikan lembu itu keluar kampong bang, atas perintah MN. Jadi yang tinggal di kelompok hanya 3 ekor saja,” ujarnya polos menjawab pertanyaan wartawan.
Atas pengakuan itu, awak media berupaya menanyakan perihal itu kepada oknum anggota dewan tersebut.
“Memang bantuan lembu itu berasal dari Pokir (pokok pikiran) saya, namun lembu itu jatuh ke kelompok bukan keluar kelompok. Penerima manfaat adalah kelompok, jadi tidak dibagikan keluar kelompok,” ucapnya.
Anngota dewan itu juga menjelaskan, pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Aceh Tamiang telah memerintahkan kelompok tani yang telah menyerahkan lembu itu ke pihak lain untuk mengembalikannya ke kelompok tani yang berhak.
“Sudah dikembalikan lembu tersebut ke kelompok, jadi sudah tidak ada lagi penerima di luar kelompok,” ucapnya.
MN membantah ketika dirinya disebut memerintahkan atau menekan pengurus kelompok tani agar membagikan lembu bantuan itu ke pihak lain.
“Gak lah, saya gak ada nyuruh. Tapi kita pada dasarnya program itu untuk masyarakat jadi gak mungkin seperti itulah,” pungkasnya. (Bur)