Aulia : Patung Ada di Medan, tapi Jangan Makamnya tak Diperhatikan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Usai tunaikan solat Jumat di Masjid Al Osmani, Jalan Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Medan Labuhan, Jumat (25/9/2020) Aulia Rachman menyempatkan diri untuk melihat sisi masjid yang kondisinya tidak terawat bahkan kondisi cat dinding masjid juga terkelupas. 

“Masjid Al Osmani ini merupakan Masjid tertua di Medan yang punya nilai sejarah. Hendaknya pemerintah kota lebih memperhatikannya,” ujar Aulia.

Dikatakan Aulia, masjid bersejarah dan tertua tersebut dibangun oleh Sultan Osman Perkasa Alam (Sultan Deli) pada tahun 1854 atau saat ini usianya sudah 166 Tahun, atau lebih dulu dibangun dari Masjid Al Mashun.

“Masjid ini merupakan cagar budaya, harus ada perawatan dan pembenahan yang maksimal untuk bangunan bersejarah”, kata Aulia Rachman.

- Advertisement -

Ziarah ke Makam Guru Patimpus

Setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Osmani Medan Labuhan, H. Aulia Rachman bersama Bobby Nasution melakukan ziarah ke makam pendiri kota Medan Guru Patimpus di Desa Lama, Hamparan Perak, Deliserdang.

Baca Juga : Empati Aulia Rahman pada Korban Puting Beliung

Aulia-Bobby juga mendoakan almarhum Guru Patimpus yang telah berjasa untuk mendirikan kota Medan. Mereka berdua bertekad untuk menjadikan lokasi makam pendiri kota Medan itu sebagai situs sejarah.

“Kita harus selalu mengenang jasa beliau. Jangan patungnya ada di Medan, tapi makamnya tidak diperhatikan,” tegas Aulia didampingi Bobby Nasution. (Rel)

Editor : Dody Ferdy

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Sambut Idul Fitri 1446 H, Pembina Grib Jaya Kota Medan Bagi-bagi Daging untuk Pengurus

mimbarumum.co.id - Menyambut Idul Fitri 1446 H, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kota Medan membagikan daging sapi kepada masyarakat...