Aparatur Diminta Turun Tangan Masalah Lahan Parhorasan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Perladangan Pispis sekitar 1 Hektar di Desa Parhorasan, Kecamatan Pangururan, Samosir di garap oknum tak bertanggungjawab. Sehingga pemilik persawahan yang sudah mengelola lahannya puluhan tahun secara turun temurun, merasa berkeberatan.

Sontaria Saragi merupakan istri dari Sumindar Sihotang, kepada wartawan Rabu (15/12/2021) di Pangururan menjelaskan, lahan pertanian milik mereka sudah dikelola sejak dulu. “Mulai dari leluhur kami,” sebutnya.

Namun dia bilang, sekarang lahan pertanian itu di garap oknum yang mereka nilai tak bertanggungjawab. “Maka kami berkeberatan dan di coba oleh Pemerintah Desa untuk mediasi. Namun tak ada kesimpulan,” imbuhnya.

Karena mediasi menemui jalan buntu, dia berharap aparatur pemerintah maupun kepolisian agar turun secepatnya. “Kami perlu persoalan ini di luruskan, sekaligus minta perlindungan hukum. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya lagi.

- Advertisement -

Dia menambahkan, bahwa mereka sekarang ini merasa was-was setelah mediasi di Kantor Desa tidak menemukan kesimpulan.

Sementara Rosika Sihotang sebagai kerabat dekat Sontaria Saragi mengatakan, ayah mereka Op. Leber Sihotang sudah mengelola perladangan Pispis sejak dulu. “Pada tahun 1990 saya sendiri masih ikut mengelola ladang itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagai masyarakat lemah memohon aparatur pemerintahan dan kepolisian demi keselamatan. Karena menurutnya, pihak yang menggarap lahan pertanian peninggalan orangtuanya digarap oknum tak bertanggungjawab.

“Kami takut timbul konflik horizontal. Sehingga kami mohon pihak kepolisian segera turun ke lokasi,” harapnya serius.

Tanah Peninggalan Leluhur

Dia bercerita, perladangan yang digarap oknum itu merupakan peninggalan leluhur mereka Op. Leber Sihotang. “Selanjutnya di kelola ayah kami Op. Maroloan Sihotang,” tuturnya.

Sekarang ini Rosika bilang, persawahan mereka di teruskan saudara lelakinya Sumindar Sihotang. “Tapi karena sudah meninggal tahun lalu. Di lanjutkan istrinya Sontaria Saragi,” bebernya.

Karena mereka mengaku dari keluarga lemah, Rosika Sihotang berharap kehadiran pemerintah. “Kepada siapa lagi kami mengadu selain pemerintah,” ujarnya sedih.

Dia menambahkan, oknum mengelolah lahan tersebut atas persetujuan pemerintah. Namun belum diketahui pemerintah yang dimaksud, karena tidak diberitahukan pada saat mediasi.

Kepala Desa Parhorasan Bueraja Sihotang kepada wartawan mengaku tidak mengetahui lahan tersebut. “Terkait lahan dimaksud saya tidak mengetahui amang,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.

Terkait mediasi, dia mengaku sudah melakukanya. “Sudah, akan kita pertemukan lagi mereka setelah titik lokasi tanah permasalahan sudah tetap,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya tentang titik lahan yang dipersoalkan masih belum diketahui pasti, karena belum turun ke lokasi.  “Lahan yang di kelola luasnya kira kira 10 hektar, yang jadi permasalahan sama Ibu Sontaria kira kira 1 Hektar,” jelas Bueraja.

Reporter : Robin Nainggolan

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

InJourney Sukses Gelar Aquabike Jetski World Championship 2024, Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Perkuat Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Dunia

mimbarumum.co.id – Event olahraga air berskala dunia, Aquabike Jetski World Championship yang berlangsung di Danau Toba selama 13-17 November...