mimbarumum.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Ir Abdul Haris Lubis menegaskan, kunci sukses meniti karir dan bekerja harus mempunyai kompetensi keahlian (skill) yang mumpuni.
Hal itu diungkapkan Haris Lubis saat membuka Job Fair 2024 di SMK Negeri 3 Jl STM Medan, Kamis (19/9/2024) yang turut dihadiri Kepala SMKN 3 Medan Asnah SPd, MPd, sejumlah kepala SMKN di Cabdisdik Wilayah I.
“SMKN 3 Medan ini ini luar biasa. Artinya, para alumninya itu hampir semuanya bekerja. Mereka sukses dalam karir pekerjaan dikarenakan kepala sekolah dan semua guru ini termasuk guru yang sukses,” ujarnya.
Kenapa sukses tambah Haris, berarti mereka berhasil mendidik anaknya dan memiliki kompetensi bekerja di perusahaan-perusahaan. “Itu kan luar biasa dan saya berharap semua SMK lainnya itu mengikuti apa yang dilakukan oleh SMKN 3 Medan,” ketusnya.
Kadisdik mengatakan, kekhawatiran selama ini siswa-siswi dididik 3 tahun tanpa kompetensi maka akan sulit jika kalau tidak memikirkan alumni susah diterima untuk bekerja.
“Pelaku usaha atau perusahaan akan menerima seseorang bekerja di tempatnya itu kalau orang itu memiliki kompetensi untuk pekerjaan di perusahaannya itu,” terangnya.
Ditambahkannya, perusahaan itu pasti memproduksi sesuatu tentunya akan mencari pekerja yang memiliki potensi untuk meningkatkan produksi. Kalau ada anak didik di SMK selama tiga tahun lulus tapi tidak memiliki atau tidak kompeten, tidak ahli dibidang jurusannya.
Misalnya, jurusan otomotif harus ahli di bidang otomotif karena perusahaan-perusahaan yang memerlukan di bidang otomotif mestinya yang dipilih dan diminta untuk direkrut bekerja di tempat itu.
“Kita khawatir jika ada anak-anak SMK yang lulus tapi tak ahli di bidangnya. Namun tak perlu khawatir karena kita perlu mencari jalan keluarnya apa yang harus kita lakukan pada mereka,” jelas Haris.
Banyak terjadi atau ada banyak anak-anak kita yang seperti itu. Kita jangan berdiam diri harus dicari solusi. Masih banyak pelatihan-pelatihan dan Balai Latihan Kerja (BLK) mungkin bisa bekerja sama untuk menambah atensi mereka. Mungkin peralatan latihan otomotif yang dipraktekkan tidak memadai.
Contohnya, mobil tahun 80 dan 90-an tentu sangat berbeda dengan mobil yang zaman sekarang. Bahkan hari ini sudah mobil listrik terbaru. Ini juga menyangkut kompetensi mereka. Solusinya harus diberikan pembelajaran tambahan atau pelatihan agar bisa bekerja.
Menyinggung hubungan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan SMK sudah semakin baik. Sekarang ada keharmonisan karena serapan dari lulusan SMK bisa diterima langsung dan harus tetap ditingkatkan terus.
“DUDI sudah mulai melirik SMK dan sudah mencari pekerja dari SMK. Itu sesuatu yang sangat membanggakan dan ini harus jalan terus. Saya sangat mengapresiasi kerjasama yang telah terbina baik dengan semua SMK di Sumatera Utara,” paparnya.
Sementara itu Kepala SMKN 3 Medan Asnah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kadisdiksu membuka Job Fair 2024 ini yang diikuti 30 perusahaan yang nantinya dapat membantu alumni melamar kerja sesuai kompetensi keahliannya masing-masing.
Ia mengatakan, hubungan yang erat dengan DUDI seperti ini berarti semakin terbuka diskusi-diskusi. Sehingga Link and Match itu bisa terjadi karena perusahaan-perusahaan itu sudah terbuka.
Baik DUDI dan SMK akan
mendiskusikan kepada SMK bahwa tenaga kerja yang dengan skill dan kualifikasinya ini bisa disiasati oleh sekolah untuk bisa memenuhi standar-standar yang diinginkan oleh perusahaan.
Reporter : M Nasir