Sekuntum Bunga untuk Bunda Satika,Berkarya dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Catatan : Bindu Hutagalung

Meskipun Pilpres dan Pileg sudah berakhir ,namun dinamika politik di tanah air masih sedikit menghangat,termasuk di bumi “Bona Pasogit” Kabupaten Tapanuli Utara sebagai dampak akan digelar nya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang direncanakan tahun ini .

Menghangatnya suhu politik ini tidak jarang dipicu oleh Tim Sukses (TS) dari Bakal Calon (Balon) masing-masing . Bahkan dari pihak penggembira sekalipun juga menambah riuhnya suhu perpolitikan yang kini sedang saja menggeliat.

Seperti di Tapanuli Utara misalnya, meskipun rekomendasi dari masing masing Pimpinan Parpol belum turun,namun pembicaraan di warung (lapo) kopi,lapo tuak,pesta dan pada moment lainnya. Topik Pilkada menjadi menu menarik untuk dibahas.

- Advertisement -

Nama Balon yang sudah mendaftar ke beberapa Parpol antara lain Satika Simamora,SE,MM berpasangan dengan Sarlandy Hutabarat,SH. Pasangan ini sudah mendaftar ke partai PDIP,Nasdem,PKB,Hanura . Ada juga Balon lainnya seperti nama JTP Hutabarat,Erikson Sianipar dan Jonner Simatupang.

Issu Gender

Wajar saja banyak dibahas pihak kawan termasuk pihak “lawan” selaku konpetitornya . Satika yang selama 10 tahun (2014-2024) mendampingi suaminya Dr.Drs.Nikson Nababan,MSi selaku Bupati Tapanuli Utara.

Satika Simamora adalah sosok Srikandi satu-satunya Balon Bupati Taput dari kaum perempuan sehingga banyak dibahas oleh banyak lapisan . Saat ini, Satika adalah anggota DPRD Sumatera Utara terpilih. Satika salah seorang peraih suara terbanyak dari Dapil IX sebanyak 54.269 suara.

Satika merupakan satu-satunya perempuan yang pertama kali menjadi Balon Bupati di Kabupaten Tapanuli Utara. Sebagaimana diketahui bahwa Bona Pasogit dikenal sangat kental menganut adat istiadat yang diwarisi dari leluhur suku Batak. Issu gender inilah salah satu topik menarik yang diperdebatkan banyak kalangan . Kenapa mesti perempuan yang menjadi Bupati (Pemimpin) di Bona Pasogit,padahal masih banyak calon pemimpin dari kaum pria. Begitu antara lain pertanyaan yang sengaja dilontarkan.

Untuk issu gender ini, sebenarnya mayoritas warga Tapanuli Utara sudah mampu menjawab nya dengan mencontohkan para perempuan yang menjadi top pimpinan di sebuah negara yang maju semisal Margareth Thacher di Inggris, Indra Gandhi di India. Di Indonesia pun sebenarnya lewat pergerakan emansipasi perempuan yang bergulir sejak perjuangan Raden Ajeng Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April setiap tahun.

Katakan saja saat ini sederet nama perempuan yang tampil menjadi pimpinan di Indonesia seperti Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang dikenal sangat cerdas, Risma Trimaharini (Menteri Sosial) ,Khofifah Indar Parawansa (mantan Gubernur Jatim) ,Puan Maharani (Ketua DPR RI). Dan di Sumut ada beberapa Bupati dari kaum perempuan seperti Corri Sebayang (Bupati Karo), dr. Susanti Dewayani,SPa (Walikota Siantar). Juga saat bersamaan ,ada calon Bupati tetangga terdekat yakni Rismawati Simarmata (Samosir).

Sesungguhnya persoalan gender ini bukanlah sesuatu alasan yang dijadikan alat kampanye yang tidak bermutu untuk disuguhkan di Bona Pasogit. Hanya sebagai alasan yang dibuat-buat untuk mengurangi elektabilitas dari Satika Simamora . Padahal saat ini dukungan mayoritas masyarakst Taput kepada Satika tidak terbendung lagi untuk menjadi Bupati Tapanuli Utara . Sejalan dengan salah satu motto nya “Berkarya dan Berkelanjutan”.

Terbaik Buat Masyarakat

Satika Simamora,SE,MM yang dikenal selaku Srikandi yang multi talenta itu kini sudah resmi mendaftar di beberapa partai . Jika tidak ada aral melintang dalam waktu dekat ini rekomendasi dari DPP PDIP dan partai lain nya segera turun kepadanya.

Satika Simamora ,ibu dari dua orang anak ini Abraham Manuel Pardamean Nababan dan Jonathan Rafael Martua Nababan ini selalu menyajikan tampilan yang serba cantik (memang wajah Satika berparas cantik) dengan kata dan selalu bertindak untuk kepentingan masyarakat di Tapanuli Utara.

Seperti diutarakan saat mendaftar dibeberapa partai ,Satika berkata kalau dirinya sudah mengetahui apa yang terbaik untuk diperbuat bagi masyarakat. Selama 10 tahun mendampingi suaminya Nikson Nababan selaku Bupati Tapanuli Utara sudah cukup berpengalaman dan benar-benar sudah berbuat secara langsung.
“Saya sudah sangat mengetahui apa yang terbaik untuk masyarakat”, ujar Satika saat mendaftarkan diri selaku calon Bupati Taput di kantor DPC PDIP setempat, Jumat (19/04/2024).Waktu itu saat mendaftar ,Satika didampingi Balon Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat,SH .

Seusai penyerahan formulir, Satika mengatakan selaku kader harus siap apabila ditugaskan partai. “Yang pasti pendaftaran ini untuk kebaikan semua orang. Selama 10 tahun selaku Ketua PKK ,saya sudah mengetahui dan memahami hal2 apa yang terbaik untuk dikerjakan ke depan. Jika Tuhan mengizinkan ,pasti saya dapat melaksanakan yang terbaik untuk masyarakat Tapanuli Utara”, ujar Satika dengan menggunakan seragam kebesaran partai .

Selaku Ketua PKK dan Bunda PAUD Taput, Satika sering turun langsung ke desa-desa. Bahkan menginap di dusun terpencil pun sudah sering dilakoni bersama suaminya Nikson Nababan, sehingga Satika dikenal sangat merakyat.

Semoga seperti tercermin seperti makna dalam foto ini . Berkarya dan Berkelanjutan. Dari Nikson Nababan kepada Satika Simamora. Semoga.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

HMI Cabang Medan Mati Suri

Oleh: Julpahri Tanjung Ketua Umum HMI FIS UINSU Pada tanggal 19 Februari 2024, telah dilaksanakan peresmian renovasi dan revitalisasi Masjid, Student...