Oleh: Wahyu Triono K.S. (Pendiri dan Pengasuh Taman Pendidikan Al-Quran Lembaga Edukasi Anak Didik Edukatif Religius [TPA LEADER], Bimbingan Belajar Cinta Indonesia Amanah [CIA] Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Kota Depok)
SALAH satu hal paling utama yang selalu didambakan oleh orang-orang yang beriman adalah mendapatkan kehidupan yang penuh dengan keberkahan.
Dan, cara untuk meraih keberkahan itu adalah dengan menjaga dan memelihara silaturahmi.
Oleh karenanya, beberapa waktu lalu sebelum puasa Ramadan kita mendatangi, menghubungi dan berkomunikasi dengan saudara-saudara, kerabat dan sahabat untuk meminta maaf dan memberikan maaf agar terjaga silaturahmi.
Dikisahkan, pada suatu pagi malaikat Izrail mendatangi Rasulullah Muhammad SAW. Lalu, Nabi bertanya pada malaikat maut tersebut, apa gerangan sehingga ia datang kepada Nabi.
“Aku datang pada-Mu, Ya Rasulullah, untuk memberitahu-Mu, bahwa aku telah diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa sahabat-Mu yang sering menjadi muazin dan mengumandangkan azan sebelum tiba waktu sholat Ashar.” Kemudian, malaikat Izrail sang pencabut nyawa itu pun berlalu.
Rasulullah Muhammad SAW pun saat akan salat memandangi sahabatnya yang berdasarkan berita yang dibawa oleh Malaikat Izrail tadi pagi dengan perasaan gundah.
Memasuki waktu salat Zuhur, sahabat Rasulullah SAW itu tetap menjalankan kebiasaannya untuk Azan, begitu juga pada salat Ashar dan setelah waktu berlalu sahabat itu tetap sehat wal afiat dan Malaikat Izrail tidak kunjung mencabut nyawa sahabatnya itu.
Lalu, Rasulullah Muhammad SAW pun bertanya-tanya, mana mungkin Malaikat Izrail berdusta padanya. Kemudian, Rasulullah Muhammad SAW memanggil Malaikat Izrail di hadapannya dan bertanya.
“Ya Malaikat Izrail, apa sebenarnya yang terjadi, mengapa sahabatku yang engkau beritakan telah Allah SWT perintahkan untuk Engkau cabut nyawanya tetapi tidak jadi Engkau lakukan.”
“Sebenarnya Allah SWT telah memerintahkan aku untuk mencabut nyawa sahabat-Mu, ya Rasulullah. Akan tetapi Allah mengurungkan dan meminta aku untuk menunda kematian sahabat-Mu beberapa lamanya waktu lagi, karena sahabat-Mu itu selalu melakukan dan menjaga silaturahmi dengan para tetangganya.” Demikian jawab Malaikat Izrail.
Betapa silaturahmi akan memperpanjang umur yang diberkahi oleh Allah SWT, membuka pintu-pintu rezeki dan menjadi jalan untuk mendapat naungan dari Allah SWT saat hari kiamat tiba dan dimasukkan ke surga.
Begitu pula tentunya, dengan silaturahmi, saling maaf memaafkan, kiranya akan membuat pikiran menjadi jernih, hati menjadi bersih, jiwa menjadi suci dan nafsu yang selalu terkendali untuk selalu berkata baik, berbuat baik dan melakukan hal-hal baik. Menghindari berbagai perbuatan buruk, aniaya, sia-sia dan merugikan orang lain dan diri sendiri.
Semoga kita dapat menjadi orang yang baik. Dengan menjadi baik, hati menjadi tenang dan nyaman, dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Aamiin Ya Rabbal Alamin! [WT, 12/3/2024].(bersambung)