Peringati Kekejaman PKI, Generasi Penerus Angkatan 66 Gelar Aksi Damai di Tugu 66

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Penerus Angkatan 66 (DPP GPA 66) melakukan aksi damai di Tugu 66, Jalan Kereta Api, Kesawan, Medan, Sabtu (30/9/2023). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati G30S/PKI.

Dalam aksi damai ini, Ketua Umum Generasi Penerus Angkatan 66, Azhari AM Sinik menyampaikan dengan tegas tentang kondisi masyarakat, berbangsa dan bernegara saat ini.
Dalam pernyataannya, Azhari mengingatkan, perihal keutuhan bangsa dan bernegara yang dikhawatirkan dapat memicu disintegrasi bangsa.

“Saat ini telah muncul berbagai ancaman dan gangguan terhadap integrasi bangsa. Bukan itu saja, Ideologi negara kita, yaitu Pancasila, juga terancam. Ini dapat mengganggu keutuhan wilayah kita, NKRI,” nyata Azhari Sinik.

Ia juga menyinggung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membuat rakyat dihantui rasa khawatir. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Rempang Galang Batam, Reklamasi Jakarta, Pembangunan IKN, serta PSN Air Bangis.

- Advertisement -

“Hal ini menimbulkan kecemasan yang sangat besar pada hati nurani rakyat dan bangsa Indonesia. Apa yang terjadi dengan bangsa dan negara ini?!” teriaknya.

Lalu, lanjut Azhari, proyek-proyek investasi yang digembor-gemborkan oleh pemerintah membawa dampak buruk bagi pekerja lokal. Ini disebabkan proyek-proyek tersebut sering menggunakan tenaga kerja asing, khususnya tenaga kerja dari Tiongkok.

“Kami sangat cemas terhadap banyaknya tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok. Hal ini sangat berdampak kepada kehidupan tenaga kerja pribumi (lokal) yang semakin susah mendapat pekerjaan di negeri sendiri. Sangat miris, hal ini bertentangan dengan Pancsila dan UUD 1945,” Sesal Azhari.

Selanjutnya, ia juga menyatakan protes dan penolakannya akan model kepemimpinan yang berorientasi kepada oligarki. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah akan paham-paham yang membahayakan negara.

“Bahwa negara ini berideologi Pancasila dan UUD 1945. Sehingga imperialis, kapitalis, liberalis dan komunis harus ditolak dari peradaban kita yang berjiwa
gotong royong,” terang Azhari.

Kemudian, DPP GPA 66 juga menyatakan perhatiannya terhadap hutang negara yang menumpuk. Mereka meminta pemerintah untuk bertanggung jawab. Banyaknya masyarakat
yang miskin serta meningkatnya koruptor membuat rakyat semakin sengsara dan menderita.

Selanjutnya, DPP GPA 66 meminta kepada pemerintah untuk tetap teguh memegang TAP MPRS No. 25 Tahun 1966, yaitu ketetapan mengenai pembubaran PKI. Selain itu, GPA 66 juga menyatakan penolakannya terhadap Keppres No. 27 Tahun 2022.

Terakhir, Azhari mengingkatkan kepada para generasi muda bangsa, untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menghadapi serangan terhadap ideologi Pancasila.
Pernyataan sikap itu dia tujukan kepada pemerintah, mulai dari legislatif, yudikatif hingga eksekutif.

“Pernyataan sikap ini, kami sampaikan kepada pemerintah Indonesia, mulai dari tingkat pusat seperti MPR, DPR, MA dan Presiden. Pernyataan ini juga kami tujukan kepada
pemerintah daerah, dalam hal ini Pj.Gubernur Sumatera Utara serta pimpinan DPRD Sumatera Utara,” terang Azhari.

Orasi yang dihadiri oleh puluhan orang ini pun ditutup dengan untaian puisi yang dibawakan oleh Ir Surawani Sudian (Tokoh Angkatan 66) dan Arif Tampubolon.

“Kami akan usul ke pemerintah untuk melakukan renovasi terhadap tugu bersejarah ini, tugu yang menjadi bukti bahayanya paham komunis,” ungkap Azhari.

Reporter : Jafar Sidik

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LIPPSU Akan Bentuk Koperasi Mandiri untuk Bantu Korban TPPO

mimbarumum.co.id - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik menegaskan, pihaknya siap membantu korban Tindak...