mimbarumum.co.id – Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Drs H Putrama Alkhairi mengatakan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah yang diperankan Pinbas diharapkan berhasil mendorong lahirnya ekosistem dunia usaha muslim yang berbasis syariah. Yakni dengan pola pembinaan , pelatihan, pemberdayaan , manajemen , penciptaan sarana dan prasarana hingga akses perkembangan teknologi secara berkesinambungan.
“Kedua adalah menginterupsi sejarah agar bangkit dan memiliki motivasi bisnis lebih kuat dengan kehadiran pusat Inkubasi syariah yang mendorong UMKM dan koperasi berproses lebih terukur dan sukses dalam bisnis sekaligus Islami serta pembiayaan bisnis berbasis syariah. Gerakan ini kemudian fokus pada langkah produksi yang diterima pasar dan berkualitas,”kata Putrama Alkhairi disela-sela rapat Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Sumut di ruang rapat MUI Sumut, kemarin.
” Sesungguhnya ini bukanlah hal baru, namun pemberdayaan ekonomi ummat nampaknya masih perlu upaya kreatif dan kerja cerdas agar menemukan penyelesaian yang memadai. Maka kita mulai dengan merekonstruksi beberapa hal namun kita menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan tidak terlalu meluas secara akademis tapi sesuai dengan strategi besar kita bahwa kita akan membangun enterpreneur yang sejak awal familiar dengan ekonomi syariah dalam konteks historical Islam yang berperadaban,”jelasnya.
Dijelaskan, secara umum prinsip kegiatan usaha pembiayaan syariah meliputi keadilan (adil), keseimbangan (tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung ghahar,maisir,riba,zulm,risywah, dan objek haram lainnya . “Maka berikut kita lihat kondisi objektif potensi yang kita miliki dan kita lakukan pendampingan yang diproyeksikan menjadi multi alternatif dan dikolaborasikan dengan potensi ummat Islam,”paparnya .
Untuk itu disebutkan, ada sejumlah hal yang perlu penyatuan persepsi umat dan penguatan yang perlu dilakukan yakni ; Pertama, pembiayaan syariah adalah alternatif modal usaha terbaik UMKM .
Kedua, modal menjadi tidak prioritas ketika kita mampu menurunkan ide dalam konsep bisnis yang terangkum dalam bisnis plan yang terukur sama ketika Abdurrahman justru memilih reseler dalam memulai usaha dagangnya. Ketiga, dinamika bisnis kini justru lebih berkembang, modal beragam sumbernya ada modal sendiri, pihak perbankan syariah , koperasi syariah (BMT), kerjasama bisnis dalam bentuk bagi hasil usaha dengan modal bersama (musyarakah), wakaf produktif, hibah , skema kerjasama dan sejumlah sumber modal lainnya yang non riba.
Keempat, ketika seorang pemula yang akan memulai usaha pertanyaan sering muncul modalnya dari mana, bukan apa konsep bisnisnya dan apa keinginan pasar. “Sehingga inilah tugas strategis Pinbas, memberikan pencerahan untuk bisnis berbasis syariah yang berkemajuan,”ujar Putrama yang juga Sekretaris Bidang Ekonomi MUI Sumut
Kelima, beragam alternatif permodalan dapat menjadi sumber bagi kegiatan dan aktivitas bisnis seseorang, khususnya enterpreneur muslim kedepan harus familiar dalam skema dan model pembiayaan berbasis syariah. “Sebagai penduduk mayoritas muslim dunia Indonesia harus menjadi produsen terbesar dunia dalam bingkai ekonomi berbasis syariah,”bebernya.
Keenam, ada 3 sistem pembiayaan dalam ekonomi Islam yakni bagi hasil usaha ( Mudharabah), jual beli (Murabahah), dan sistem sewa (Ijarah)
Ketujuh, pada perkembangannya Pinbas, begitu juga komisi Pemberdayaan ekonomi MUI sering diartikan dengan kadin Syariah .”Sehingga kegiatannya meluas dan itu tidak dapat dihindari namun tetap berpedoman bahwa baik komisi ekonomi maupun Pinbas bukanlah entitas bisnis,”paparnya.
Kedelapan, permodalan dalam bentuk Hibah harus di akses di semua tingkatan dan lembaga untuk bantuan permodalan UMKM berkelanjutan dan enterpreneur muslim harus merapikan administrasi dan profile kelembagaannya agar performanya meyakinkan . Kesembilan, membangun bisnis dengan maksimal memanfaatkan pola kemitraan , akses dan jejaring yang dikuatkan utk kebangkitan ekonomi yang mencerahkan.
Kesepuluh, membangun kolaborasi dan sinergi dengan semua kekuatan ummat untuk perkuatan permodalan dan pemasaran “.Ini modal utama ummat terbesar karena korporasi dunia terus menggurita dan mengatur semua skema sosial ekonomi politik dunia tampa batas.Maka ummat harus memunculkan produk unggulan satu demi satu di luncurkan ke publik sebagai langkah awal kebangkitan ekonomi ummat melalui langkah produksi sebagai bagian dari jihad ekonomi umat,”ujarnya.
Dibagian akhir inspirasi pengusaha muslim yang sahabat nabi ini adalah semangat berbisnis beriringan dengan semangat memberi sedekah ,infak dan bantuan sosial lainnya untuk ummat. “Semoga kita terus mencari ruang untuk berguna bagi org lain , orang yang berarti dalam hidup dan menarik untuk diceritakan,” katanya.
Reporter : Jamaluddin