mimbarumum.co.id – Terkait banjir yang merendam pemukiman di AekKanopan, perusahaan yang berada di wilayah tersebut PT Sucofindo Asahan klaim langsung turun ke lapangan memantau bencana.
“Situasi yang terjadi pada Hari Rabu pada tiga Nopember, kami dapat masukan dari Danramil dan Polsek Sungai Piring dan masukan dari masyarakat dengan adanya banjir. Kami langsung turun cek lokasi, sebab perusahaan kami berdampingan langsung dengan Pemkab Labura,” ucap Manager PT Sucfindo Asahan Darsit Situmorang dalam RDP dengan Komisi B DPRD Labura, Jumat (11/11/2022) petang.
Sebagai informasi, sambungnya, perusahaan uang berdampingan kebun PT Sucofindo dengan Labura, yaitu, Afdeling lima. Karenanya, manajemen perusahaan sudah melakukan koordinasi dengan Kades Ledong Timur Asahan dan turun lapangan sekaligus memantau hasil kinerja yang telah dilakukan.
”Kita turun memantau kegiatan normalisasi sungai Belimbing yang arahnya dari desa Padang Sipirok atau Padang Gala-gala,” jelasnya.
Sementara Humas PT Smart Kusdianto menjelaskan sudah melakukan pembersihan parit di sekitar pemukiman warga. Yakni di wilayah kampung Glugur dan Wonosari.
”Genangan airnya kami tembuskan ke sungai AekKanopan,” kata Kusdianto.
Menurut dia, pasca banjir, perusahaan juga telah memberikan bantuan sembako dan mendirikan dapur umum kepada warga yang terdampak banjir.
Kemudian perwakilan manajemen PT Smart ini mengatakan sedang mempelajari cara mengelola air secara normal. Mereka juga sudah menerima masukan dari masyarakat yang berdomisili di hulu maupun di hilir bagaimana teknis mengalirkan pembuangan air. Selain itu mereka juga mengaku telah melakukan pembersihan menormalisasikan parit-parit di areal perusahaan perkebunan.
RDP Komisi B DPRK Labura dihadiri Hasan Basri (PKS), Afriyanti Simangunsong (Gerindra), M Nuh (Golkar), Mukti Ahmad (PDIP Ketua Komisi B).
Ketua Komisi B, Mukti Ahmad, dengan tegas menekankan kepada setiap perusahaan untuk membantu mengatasi masalah banjir. Anggota dewan memberikan kesempatan satu minggu, terhitung mulai hari ini, yakni terhadap PT Sucofindo dan PT Smart agar menutup semua pintu air pembuangan dari areal perkebunannya masing-masing agar tidak lagi air mengalir ke pemukiman warga.
Reporter : AO Sihombing


