Pembangunan Water Front City Pangururan Dimulai, Masyarakat Adat Gelar Ritual

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pembangunan Water Front City Pangururan dan Penataan Kawasan Tele senilai Rp.161 miliar akan dimulai, sehingga pihak pelaksan proyek mengajak warga untuk bersatu dan saling mendukung dalam pelaksanaan pembangunan.

Masyarakat Adat Kecamatan Pangururan Bius Sitolu Hae Horbo bersama PT Hutama Karya, sebagai pemenang tender pembagunan Water Front City menggelar acara ritual adat Mangelek Namboru Naitang dan leluhur yang bersemayam di Danau Toba, Sabtu (1/10/2022) di tepi pantai Jalan Putri Lopian, Desa Pardomuan I, Pangururan.

Ritual adat tersebut sebagai langkah untuk menghormati adat budaya setempat sekaligus untuk memohon doa kepadaYang MahaKuasa, agar selama kegiatan pembangunan berjalan dengan baik.

“Kami memohon kepada leluhur yang bersemayam di Danau Toba ini, terkhusus Namboru Naitang agar senantiasa memberikan kelancaran serta keselamatan selama pembagunan Water Front City ini berlangsung,” ujar Arifin Naibaho dalam doanya mewakili dari pihak Naibaho.

- Advertisement -

Hal yang sama juga disampaikan Naris Sitanggang mewakili Marga Sitanggang dan Daulat Simbolon mewakili Marga Simbolon, dalam doanya juga meminta agar leluhur yang bersemayam di Pusuk Buhit (dolok natimbo-red), menjauhkan segala marabahaya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat (FKTM) Kabupaten Samosir, Obin Naibaho mengatakan bahwa pembangunan Water Front City tersebut adalah untuk kemajuan Kabupaten Samosir memperindah tepi pantai Danau Toba dikawasan Jalan Putri Lopian Pangururan, katanya.

Selanjutnya, Obin mengajak seluruh masyarakat Samosir khususnya warga masyarakat Pangururan agar mendukung pembangunan Water Front City tersebut demi kemajuan pembangunan yang nantinya dapat dinikmati masyarakat.

Perwakilan dari PT Hutama Karya (Persero), Manager Proyek Prajapati Hutomo mengakui indahnya Danau Toba dan mengaku senang menyaksikan pelaksanaan Adat Budaya yang dilaksanakan masyarakat setempat.

“Saya belum pernah melihat acara seperti ini sudah beberapa proyek yang kami kerjakan di daerah baru ini dilakukan acara ritual adat budaya. Semoga dengan terlaksananya ritual adat budaya ini pengerjaan Water Front City berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya sembari menyampaikan terimakasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh masyarakat Pangururan.

Ditambahkannya, waktu pengerjaan proyek ini singkat, hanya 350 hari kerja, untuk itu kita juga sangat berharap dukungan dan kerjasama masyarakat dalam pelaksanaannya, kata Prajapati Hutomo.

Ada kabar yang menggembirakan bagi masyarakat, ketika pihak PT Hutama Karya bersedia merenovasi situs budaya “Namboru Sinaitang”.

Walaupun pada progres pekerjaan pembangunan Water Front City tidak ada, namun atas permohonan masyarakat, akan direnovasi sesuai dengan permintaan warga.

Reporter: Robin Nainggolan 

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

InJourney Sukses Gelar Aquabike Jetski World Championship 2024, Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Perkuat Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Dunia

mimbarumum.co.id – Event olahraga air berskala dunia, Aquabike Jetski World Championship yang berlangsung di Danau Toba selama 13-17 November...