Pemantau : PMK Akan Naikkan Harga Sapi Hidup Keperluan Kurban

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Harga daging sapi dari pantauan PIHPS Kota Medan sejauh ini masih terlihat normal. Berada dalam rentang Rp 120 hingga Rp 140 ribu per Kg.

“Meskipun saat ini telah terjadi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak; seperti sapi, kambing, hingga babi. Saya menilai penyebaran penyakit tersebut belum begitu mempengaruhi harga jual daging sapi belakangan ini,” ucap Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Gunawan Benjamin, Sabtu (21/5/2022).

Hanya saja, sambung dia, belum lama lagi kita akan merayakan Idul Adha. Yang tentunya meningkatkan jumlah permintaan akan sapi hidup untuk keperluan kurban. Jadi masyarakat perlu tahu kalau untuk pemenuhan daging sapi sehari-hari, pada umumnya mampu dipenuhi oleh daging sapi dari feedlotter. Umumnya sapi indukan yang didatangkan dengan cara impor. Kalau sapi untuk keperluan kurban, ini pada umumnya dipenuhi dengan sapi hidup dari wilayah sekitar.

“Memang untuk Sumut sebagian besar kebutuhan sapi kurban (estimasi saya 60%) mampu dipenuhi dari wilayah Sumut. Tetapi sebelumnya memang ada sapi dari luar wilayah Sumut seperti dari Jawa maupun Aceh” terang dia.

- Advertisement -

Nah, jelas dia, saat ini kan muncul larangan untuk tidak membeli hewan kurban dari luar wilayah Sumut. Ini akan menjadi masalah jika permintaan akan hewan kurban tidak mampu dibarengi dengan ketersediaannya.

“Saya menilai selama feedlotter masih mampu menyediakan kebutuhan daging sapi. Harga daging sapi besar kemungkinan akan masih bertahan. Kalaupun melonjak estimasi saya masih dikisaran Rp 140 ribu paling mahal di idul adha tahun ini,” tuturnya.

Namun yang menjadi persoalan adalah, kebutuhan untuk hewan kurban. Besar kemungkinan harga sapi lokal hidup berpeluang naik tajam. Meskiipun dengan adanya PMK, ada peluang terjadinya penurunan minat masyarakat untuk berkurban. Tetapi data statistik sebelumnya akan lebih sulit dijadikan acuan untuk tahun ini, dikarenakan adanya penyakit PMK tersebut.

Jadi kalau mengukur kemungkinan penurunan daya beli dengan minat masyarakat untuk berkurban akan mudah terlihat. Tapi kalau menarik kesimpulan penurunan minat berkurban karena penyakit. Nah ini contoh kasus sebelumnya sangat sulit didapatkan.

“Tetapi mengacu pada ekspektasi saya. Di mana kebutuhan untuk sapi kurban di Sumut hanya mampu dipenuhi 60% dari wilayah Sumut. Dan dengan berasumsi terjadi penurnan minat berkurban karena dua hal yakni karena penyakit maupun daya beli. Katakanlah terjadi penurunan minat sebesar 15% hingga 20%. Maka potensi harga sapi lokal naik sebesar 25% hingga 30% berpeluang terjadi,” pungkasnya.

Jika asumsi tersebut benar-benar terjadi, imbuh Gunawan, maka potensi kenaikan harga daging sapi juga berpeluang terjadi. Kalau mengacu kepada rentang harga daging sapi saat ini dikisaran Rp 120 ribu hingga 140 ribu per Kg. Maka harga daging sapi nantinya bisa bergerak dalam rentang tipis dikisaran Rp 135 hingga Rp 140 ribu per Kg nya.

Reporter : Siti Amelia

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

INALUM Dorong Kolaborasi Global dalam Industri Aluminium di Fastmarkets Bauxite & Alumina 2025

mimbarumum.co.id – Dalam rangkaian acara Fastmarkets Bauxite & Alumina Conference 2025 yang berlangsung di Miami, Welcoming Dinner bertema “Indonesian...