mimbarumum.co.id – Pilkada Samosir sudah berakhir. Masyarakat Samosir berdaulat untuk menentukan pilihan mereka pada pilkada 9 Desember 2020 lalu yang memenangkan paslon Vandiko-Martua.
Adapun tuduhan petahana Rapidin Simbolon tentang dugaan money politic merupakan bentuk pelecahan terhadap masyarakat Kabupaten Samosir.
“Seolah-olah masyarakat Samosir bisa dibeli suaranya,” sebut Anggota DPR RI, Lamhot Sinaga, kepada mimbarumum.co.id, melalui pesan WhatsApp, Kamis (17/12/2020) malam.
Baca Juga : Vandiko-Martua Sampaikan Terimakasih kepada Masyarakat Samosir
Menurut politisi Partai Golkar itu, tuduhan paslon petahana yang tumbang oleh Vandiko-Martua sangat merendahkan martabat masyarakat Samosir.
“Seharusnya saudara Rapidin Simbolon instropeksi diri, seorang incunmbent tapi tidak menjadi pilihan, berarti selama ini kinerjanya tidak dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, telah mengikuti trend electoral Vandiko Timotius Gultom dari awal. “Sampai mendekati pencoblosan, elektabilitas Vandiko-Martua sudah melampaui incumbent, artinya masyarakat sudah menginginkan pergantian pemimpin di Samosir,” tutur dia.
Masyarakat Samosir, dikatakannya, secara bijak dan sangat cerdas dalam menentukan pilihannya. “Jadi bukan karena iming-iming uang mereka memilih, tapi karena ingin perubahan,” tegasnya.
Maka dengan tegas dia meminta, agar Rapidin Simbolon berhenti melecehkan dan merendahkan martabat masyarakat Kabupaten Samosir.
“Terkait ucapan Arteria Dahlan, saya sampaikan bahwa dia tidak mengerti tentang Kabupaten Samosir. Ini dapil saya dan saya sangat mengerti betul karakter dan kultur masyarakat Samosir,” kata Lamhot.
Selanjutnya diungkapkannya, karena pilkada sudah berlangsung baik, kondusif dan demokratis, semua pihak harus menjaga keamanan dan ketertiban di NKRI. “Saya sarankan Arteria Dahlan untuk tidak membuat kegaduhan baru di kampung halaman saya,” pungkasnya.
Reporter : Robin Nainggolan
Editor : Dody Ferdy