Sosok Makhluk Penghisap Darah Hewan Ternak di Taput Masih Misterius

Berita Terkait

mimbarumum.co.idSudah lebih sebulan peternak di  Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, merasa was-was. Ratusan ayam dan bebek serta babi milik mereka mati misterius dengan kondisi bagian tubuh seperti tertusuk dan terdapat bekas cakaran.

Tim Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Wilayah IV Tarutung hingga kini belum berhasil mengindetifikasi sosok makhluk yang telah membuat warga di desa itu resah.

“Hasil penelitian sementara, dari jejak cakar yang tertancap, pemangsa memiliki lima cakar,” kata Manigor Manigor Lumbantoruan didampingi sejumlah stafnya di lokasi kejadian, Minggu (21/6/20).

Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Tarutung itu menambahkan, berdasarkan keterangan pemilik ternak yang hewannya peliharaannya dimangsa, sejumlah bebek dan ayam mereka ditemukan sudah dalam keadaan mati sekira pukul 13.00 WIB dan 15.00 WIB, maka disimpulkan pemangsa itu bukan hewan malam.

- Advertisement -

Meski pemangsa diketahui mampu beraksi siang dan malam hari, namun pihak BBKSDA setempat belum juga bisa menyimpulkan jenis binatang yang hanya mengisap darah mangsanya itu.

Sebelumnya, kata Manigor, saat mangsanya masih kategori ternak ayam, atau bebek, kemungkinan pemangsa jenis musang dimungkinkan sebagai dalang utama.

Namun, saat mangsanya adalah ternak babi yang memiliki bobot berat hingga puluhan kilo, jenis beruang dimungkinkan sebagai pemangsanya.

Ada Luka Tusukan di Leher

Saut Simanjuntak (47), warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara mengisahkan peristiwa ganjil atas kematian ratusan ternak miliknya kepada ANTARA di lokasi kediamannya, Minggu (21/6).

“Sungguh aneh, seekor ternak babi yang memiliki berat sekira 25 kg mampu diangkat dari kandang dan saya temukan mati dengan sejumlah luka tusukan di bagian leher dan sayatan memanjang di bagian perut,” sebut Saut.

Baca Juga : Banyak Korban Keganasan Hewan Peliharaan Terdakwa

Menurutnya, jika pemangsanya tidak memiliki tubuh yang lebih besar dari mangsanya, mustahil ternak babi miliknya mampu dibawa hingga ke tepian sungai yang berjarak puluhan meter.

“Hingga saat ini, saya gak tau apa yang memangsa babi milik saya. Terdapat sejumlah tusukan, dan cakaran, serta sayatan pada bagian perut. Makhluk itu sepertinya hanya menghisap darah korbannya saja,” ucapnya.

Kesaksian Relawan Pemburu

Seorang relawan yang ikut terlibat dalam perburuan makhluk penyebab kematian ratusan ternak milik warga itu menduga makhluk yang haus darah itu memiliki tubuh yang besar dan kuat.

“Pemangsanya sepertinya bertubuh kuat. Bahkan jalinan besi dari jejari sepeda motor yang digunakan untuk menjerat makhluk tersebut berhasil dibengkokkan,” kata Mangatur Hutasoit.

Baca Juga : Seekor Orangutan Berumur 20 Tahun Muncul di Lau Kawar

Jeratan yang mereka buat dari jejari sepeda motor dan umpan bangkai babi mati tak mampu menahan makhluk tersebut.

Mangatur juga mengaku pernah melihat penampakan makhluk haus darah yang memangsa ternak tersebut saat dirinya bertugas ronda setelah kematian ternak babi milik Saut.

“Dari jauh, saya menyaksikan sebuah sosok makhluk berkaki empat dengan tungkai kaki belakang panjang dan tungkai depan lebih pendek terlihat melompat menyeberangi badan sungai dengan lebar belasan meter,” jelasnya.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB dini hari pada Jumat (19/6) dini hari. Binatang yang dilihatnya dari jauh itu tidak dapat disimpulkan jenisnya, karena hanya terlihat dalam sekejap mata saja.

Polisi Turunkan Tim

Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Utara melalui Kasubbag Humas, Aiptu Walpon Baringbing menegaskan, pihaknya akan menurunkan tim dalam mengungkap keberadaan sosok makhluk dimaksud.

“Polisi akan melakukan penyelidikan terkait peristiwa matinya ratusan ternak oleh sosok makhluk penghisap darah di Siborongborong,” terang Walpon, Minggu (21/6/20).

Dikatakan, dalam upaya penyelidikan, tim yang diturunkan akan berkoordinasi dengan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, selaku ahli dalam hal ini untuk melakukan penelitian penyebab matinya ratusan ternak babi, ayam, dan bebek.

Peristiwa dua ratusan ternak ayam, dan bebek, serta seekor ternak babi milik warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang menjadi mangsa makhluk haus darah, sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

Baca Juga : Buaya Pengancam Keselamatan Ditangkap Warga

“Kejadiannya sejak sebulan lebih. Namun, masyarakat luas baru mengetahuinya pada minggu lalu, saat sejumlah ekor bebek, dan ayam, juga seekor ternak babi kembali dimangsa,” terang Saut.

Awalnya, hampir setiap hari dalam sebulan terakhir, 1-2 ekor ternaknya menjadi korban pemangsa dengan kondisi ternak mati yang mengalami luka di bagian leher.

“Anehnya, bangkai setiap ternak yang dimangsa selalu utuh. Sepertinya, hanya darahnya saja yang diisap makhluk haus darah itu,” ujarnya.

Pada Rabu, 17 Juni 2020, sekira pukul 6.30 WIB, seekor ternak babi seberat 25 kg miliknya tetiba tak lagi berada di dalam kandang, dan sejumlah ternak ayam dan bebek nampak terbujur kaku dengan luka di bagian leher.

Saking sedih atas kematian ayam dan bebek, serta kehilangan ternak babi miliknya, Saut berinisiatif mencari ternaknya yang hilang ke arah sungai, hingga menemukan bangkai babi miliknya di tepian sungai yang berjarak lebih kurang 35 meter dari lokasi kandang.

Baca Juga : Teror Bangkai Babi Tak Kunjung Berhenti, Kini Mengusik Warga Tembung

“Biasanya ayam dan bebek yang mati mengalami luka di bagian leher. Namun, ternak babi ini mengalami sejumlah luka tusukan di bagian leher, bekas cakaran, dan mengalami luka seperti sayatan memanjang pada bagian perut, hingga bagian dalam perutnya terlihat, meski tidak organ tubuh yang hilang,” urai Saut.

Sejak kejadian itu, informasi kematian ternaknya yang tidak wajar langsung beredar luas di jagad maya hingga menyita perhatian masyarakat luas, termasuk aparatur desa, dan kecamatan, TNI/Polri, hingga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Sumut.

Kepala Desa Pohan Tonga, Walben Siahaan, menyebutkan kejadian aneh yang menyerang ternak milik warganya itu belum juga dapat dipastikan jenis makhluk apa.

“Makhluk misterius itu hanya menghisap darah ternak hingga mati,” ujarnya. (ant)

Editor : Masrin

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Berbuka Bersama dengan Umat Muslim di Taput, Satika Simamora : Wujudkan Toleransi Beragama

mimbarumum.co.id - Dalam semangat memperkuat moderasi dan toleransi beragama, Satika Simamora, SE, MM menggelar acara berbuka puasa bersama dengan...