mimbarumum.co.id – Ada fenomena yang berdampak positif di satu sisi, pada saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
Hal ini terjadi di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, ketika pemerintah menganjurkan untuk “stay at home”, ternyata masyarakat memanfaatkan momen ini untuk bertani.
“Sejak Januari sampai Mei 2020, lahan pertanian khusus jagung panen seluas, 2.181 hektar,” jelas Kadis Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak, kepada mimbarumum.co.id, Senin (25/5/2020) di Pangururan.
Baca Juga : Belasan Tahun Pompa Rusak, Petani Terancam Gagal Panen
Ia mengatakan merinci produktivitas jagung tahun ini. “Hasil panen jagung untuk Januari 3.800 ton, Februari 1.199 ton, Maret 4.585 ton, Aprili 645.48 ton dan Mei 414.18 ton,” ujarnya.
Dikatakan Viktor, jumlah total panen jagung dari Januari sampai Mei 2020, sebanyak 11.735 ton. “Hasil produksi jagung ini cukup baik, walaupun di tengah pamdemi Covid-19,” pungkasnya.
Menurut dia, masyarakat Kabupaten Samosir yang bercocok tanam jagung dengan luasan signifikan berada di Kecamatan Simanindo 18 desa, Pangururan 12 desa, Nainggolan 11 desa, Onan Runggu 9 desa, Palipi 3 desa dan Harian 3 desa.
Ia menambahkan, untuk 6 kecamatan penghasil jagung itu, Dinas Pertanian telah melakukan penyuluha cara menanam jagung hibrida. “Selain itu Pemkab Samosir memberikan bibit jagung hibrida 15 ton untuk 1.000 hektar, melalui kelompok tani,” kata Viktor.
Ia menyampaikan pesan kepada masyarakat petani. “Sembari mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan stay at home, kita manfaatkan waktu untuk bertani,” sebutnya lagi.
Reporter : Robin Nainggolan
Editor : Redaksi