Medan, (Mimbar) – Seorang pria berseragam polisi didampingi sejumlah orang terlihat memasuki rumah kecil yang terletak di Jalan Denai Gang Rukun Lingkungan 8 Kelurahan Tegal Sari III, Medan Area. Rumah itu didiami Rosniati dan seorang anak perempuannya., Dela Amanda (12) yang terbaring lemah di sisi tempat tidur.
Lelaki berseragam yang tak lain Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto itu langsung duduk bersila di sisi bocah perempuan berusia 12 tahun yang tergolek lemah di tempat tidur. Isterinya, Ny Hj Tasha yang juga Ketua Bhayangkari Kota Medan turut mendampinginya. Terlihat juga Camat Medan Area, Ali Sipahutar dan Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Sementara itu sejumlah orang lain dalam romobongan itu terlihat sibuk menurunkan sembako dari dalam mobil dan memindahkannya ke dalam rumah Rosniati. Perwira itu terketuk hatinya untuk berbagi sembako kepada warga kurang mampu. Apalagi saat ini momentum bulan Ramadhan, dimana setiap amal kebaikan dibalas berlipat ganda.
Kombes Mardiaz tidak bisa membendung rasa ibanya. Ia dengan seksama memperhatikan kondisi Dela, anak perempuan Rosniati yang didiagnosa mengidap kanker mata. Tubuhnya tampak mengurus kering, seakan hanya tulang berbalut kulit. Keprihatinan perwira itu menjadi-jadi tatkala Rosniati mengaku sudah tidak memiliki uang lagi untuk mengobati anak perempuannya itu.
Setelah diskusi dengan Camat, Mardiaz menggiring bocah itu untuk dibawa ke rumah sakit. Sebuah ambulans pun datang menjemput. Dela langsung digendong ibunya menuju pembaringan yang tersedia di dalam mobil itu. Rumah sakit Permata Bunda menjadi rujukan pertama untuk merawat intensif Dela bermodal fasilitas BPJS.
Namun Dela akhirnya harus dipindahkan ke Rumah Sakit Royal Prima karena pihak RS Permata Bunda mengaku tidak memiliki dokter mata untuk menangani penyakit tersebut. Selain itu, manajemen rumah sakit itu juga mengaku belum mendapatkan rujukan atas pasien tersebut.
Rosniati yang mengaku sudah bercerai dengan suaminya, Dedi Surianto (45) mengisahkan tentang ihwal penyakit yang diderita anak pertamanya dari 4 bersaudara itu. Dia menuturkan, ketika masih masa kanak-kanak, Dela sama dengan anak-anak sebayanya tumbuh sehat dan ceria.
Kemurungan itu mulai terjadi, ketika Dela berusia 10 tahun. Saat itu, Rosniati melihat ada bintilan kecil di atas kelopak mata sebelah kiri.
“Sudah saya bawa ke rumah sakit, namun hingga sekarang tak kunjung sembuh dan belum mengataui penyakit apa yang menimpa anak saya. Badan anak saya semakin kurus. Untuk perobatan, saya sudah mengabisi uang puluhan juta rupiah, namun anak saya tak kunjung sembuh,” ungkapnya di hadapan Kapolres dan istri.
Karena tidak ada uang lagi, sambung Rosniati, makanya Dela tak lagi dibawa ke rumah sakit. Dan kini hanya tidur-tiduran di ruang tamu tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Dela sudah lama ditinggal ayahnya. Sebab saya dan ayahnya sudah lama berpisah,” katanya dengan sedih. (An)