mimbarumum.co.id – Perum Bulog Cabang Medan, Sumatera Utara, meningkatkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras sekaligus membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Perum Bulog Cabang Medan, Lutfillah Barus, mengatakan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui sejumlah saluran, di antaranya pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota, hingga melalui TNI dan Polri.
“Secara total, penyaluran kepada seluruh mitra mencapai 150 ton beras per hari, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 100 ton per hari,” ujar Lutfillah dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, peningkatan penyaluran tersebut seiring dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap beras SPHP di wilayah kerja Bulog Medan.
Penyaluran beras SPHP, kata dia, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau. Program tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan kenaikan harga beras di pasaran.
“Penyaluran tersebut dilakukan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai,” katanya.
Lutfillah menambahkan, hingga saat ini realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah kerjanya telah mencapai 13.200 ton atau sekitar 90 persen dari target tahun 2026 sebanyak 14.500 ton.
Untuk memastikan beras SPHP tepat sasaran dan dijual sesuai ketentuan, Bulog Medan juga membentuk tim pemantauan. Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap penjualan beras SPHP, termasuk memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram.
Selain memaksimalkan penyaluran SPHP, Bulog Medan juga mempercepat penyaluran bantuan pangan guna menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat.
“Total bantuan pangan yang akan disalurkan mencapai sekitar 21.000 ton dan ditargetkan selesai hingga akhir September 2026,” ujar Lutfillah.
Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan pasokan beras, menekan gejolak harga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi di Kota Medan dan daerah lainnya.
Beras 5 Kg Dijual Rp60 Ribu
Sementara itu, pantauan wartawan di Kantor Bulog Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (27/8/2026), menunjukkan masyarakat cukup antusias membeli beras SPHP yang dijajakan di depan kantor Bulog.
Beras SPHP tersebut dijual dengan harga Rp60.000 untuk kemasan 5 kilogram. Harga tersebut dinilai cukup membantu masyarakat di tengah harga beras yang relatif lebih tinggi di sejumlah tempat.
Pegawai yang ikut membantu penjualan, Syahrial Effendi, mengatakan masyarakat terlihat antusias membeli beras SPHP.
“Masyarakat cukup antusias. Beras SPHP ini dijual Rp60.000 per 5 kilogram,” ujarnya.
Salah seorang warga, Yanuar Dwi Sapta, mengaku terbantu dengan adanya penjualan beras SPHP di depan Kantor Bulog Sumut.
“Alhamdulillah sedikit terbantu. Harga 5 kilogram Rp60.000. Ini membantu karena di tempat lain bisa sampai Rp70.000 per 5 kilogram,” kata Yanuar.
Program SPHP yang terus diperkuat Bulog diharapkan dapat menjadi salah satu langkah menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia.
Reporter: Islahuddin Panggabean


