mimbarumum.co.id – Ada sesuatu yang spesial ketika dua negara yang akrab seperti Malaysia dan Indonesia berkumpul, bukan hanya untuk berbisnis, tapi untuk berbagi cerita, rasa, dan impian tentang dunia pariwisata yang lebih hangat dan penuh makna.
Inilah yang terjadi ketika Tourism Malaysia membawa Misi Promosi Pariwisata Malaysia ke tanah air kita, mengunjungi Surabaya, Jakarta, dan Medan pada 24 hingga 29 April 2026. Bukan sekadar kampanye Visit Malaysia 2026, tapi sebuah perjalanan untuk mempererat tali silaturahmi yang sudah ada sejak lama.
Wajah-wajah yang Membuat Acara Hidup
Di setiap kota yang dikunjungi, kita bisa merasakan hangatnya sambutan dan keseriusan yang sama. Di Medan, misalnya, tidak hanya ada petinggi Tourism Malaysia yang datang jauh-jauh dari Kuala Lumpur, tapi juga Konsul Jenderal Malaysia yang sudah seperti keluarga bagi masyarakat lokal. Mereka datang tidak sendirian – di samping mereka ada delegasi yang penuh semangat, membawa cerita dari penjuru Malaysia mulai dari para pelaku pariwisata hingga seniman yang ingin memperlihatkan keindahan budaya negaranya.
Kita, sebagai tuan rumah, juga tidak mau ketinggalan. Hadir pula tokoh-tokoh industri pariwisata Sumatera Utara seperti Ketua Asita Sumut, Ketua Asppi Sumut, serta banyak pemilik travel agen yang setiap hari bekerja keras untuk menghubungkan orang dengan destinasi impian mereka. Banyak senyum yang bertemu, banyak cerita yang saling diceritakan – itu yang membuat acara ini hidup, bukan hanya angka atau presentasi formal.
Dengan membawa sebanyak 50 organisasi utama dari Malaysia – mulai dari Penang Global Tourism yang mengenalkan pesona kota tua yang penuh cerita, Sarawak Tourism Board yang membawa keajaiban hutan hujan dan budaya suku yang kaya, hingga Malaysia Healthcare Travel Council yang ingin membantu orang menemukan kesehatan dan kesejahteraan. Bahkan program Malaysia My Second Home (MM2H) ikut serta, karena mereka percaya bahwa Indonesia punya banyak orang yang bisa merasa seperti di rumah sendiri di Malaysia. Tak lupa juga maskapai penerbangan, hotel, rumah sakit, dan banyak lagi – semua datang dengan satu tujuan: membangun hubungan yang lebih erat dengan kita.
Ketika Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Dato Sri Tiong King Sing datang langsung ke Jakarta, kita bisa merasakan betapa pentingnya Indonesia baginya dan negaranya. “Kita bukan hanya melihat Indonesia sebagai pasar,” katanya saat berbicara dengan para tamu undangan. “Kita melihat Indonesia sebagai saudara yang bisa kita andalkan, bersama-sama kita bangun pariwisata yang baik untuk kedua negara.”
Ketika Bisnis Bertemu dengan Persahabatan
Rangkaian acara yang diselenggarakan memang dirancang untuk membantu industri pariwisata berkembang, tapi cara penyajiannya sangat hangat dan manusiawi. Ada gala dinner di mana kita bisa makan bersama, bercanda, dan mengenal satu sama lain lebih dekat. Ada seminar yang bukan hanya berbicara tentang angka dan strategi, tapi juga tentang bagaimana pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di kedua negara.
Yang paling berharga adalah sesi bisnis-ke-bisnis (B2B) yang menjadi tempat di mana hubungan sungguhan mulai tumbuh. Di sana, seorang pemilik hotel dari Malaysia bisa bertemu dengan seorang pemilik travel agen dari Indonesia, berbagi cerita tentang tantangan dan harapan mereka, lalu menemukan cara untuk saling membantu. Banyak kesepakatan yang dibuat di sana, tapi yang lebih berharga adalah persahabatan yang terjalin, karena ketika kita bekerja dengan teman, hasilnya akan jauh lebih baik.
Travel mart yang digelar juga tidak hanya jadi tempat untuk melihat brosur dan foto destinasi. Di sana, kita bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang benar-benar mencintai tempat yang mereka promosikan, mereka yang bisa cerita tentang bagaimana rasanya menyaksikan matahari terbenam di tepi laut Penang, atau bagaimana suasana pagi di pasar tradisional di Kuching.
Rasa dan Warna Berbicara
Tak ada cara yang lebih baik untuk mengenal sebuah negara selain melalui kuliner dan budayanya. Mungkin itulah mengapa Tourism Malaysia juga menghadirkan Program Promosi Gastronomi dan Kebudayaan Malaysia di ketiga kota tersebut.
Bayangkan saja, ketika kita menyantap Laksa Sarawak dengan kuahnya yang kaya akan rempah dan rasa, kita tidak hanya makan makanan lezat, tapi juga merasakan bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat Sarawak. Atau ketika kita mencicipi Penang Asam Laksa yang asam-manis-pedas pas di lidah, kita bisa membayangkan suasana ramai di jalan-jalan kota Penang yang penuh dengan warisan budaya. Char Kway Teow yang digoreng dengan api kecil dan penuh perhatian, atau Chicken Kut Teh yang disajikan hangat dengan roti bakar – setiap hidangan adalah sebuah cerita yang bisa kita rasakan langsung.
Untuk memastikan kita bisa lebih mudah menjelajahi semua keindahan itu, Maskapai Batik Air turut berperan sebagai mitra. Mereka tidak hanya menyediakan penerbangan yang nyaman antara kedua negara, tapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati kita. Dengan konektivitas yang semakin baik, kita bisa lebih sering bertemu – baik untuk berlibur, bekerja, atau hanya untuk mengunjungi keluarga dan teman.
Mimpi Bersama tentang Pariwisata
Di balik semua kemeriahan dan kesibukan, ada sebuah harapan yang sama dari kedua negara: membangun pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan alam sekitar. Tourism Malaysia menyatakan bahwa mereka akan terus datang ke kota-kota besar Indonesia, bukan hanya untuk mempromosikan destinasi mereka, tapi untuk belajar dari kita dan bekerja sama menuju masa depan yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, pariwisata bukan hanya tentang tempat-tempat indah yang kita kunjungi. Ia tentang orang-orang yang kita temui, cerita yang kita bawa pulang, dan cara kita saling menghargai satu sama lain. Ketika Malaysia dan Indonesia bekerja sama, kita tidak hanya membuat pariwisata menjadi lebih baik – kita juga menunjukkan kepada dunia bagaimana dua negara bisa hidup rukun, saling membantu, dan merayakan keindahan dari perbedaan yang kita miliki.
Itulah makna sebenarnya dari misi promosi ini – bukan hanya tentang menarik wisatawan, tapi tentang membangun dunia yang lebih hangat dan penuh kasih melalui perjalanan dan pertemuan antar manusia.
Reporter: Rizanul Arifin



