mimbarumum.co.id – Peluang bagi mahasiswa untuk terjun langsung membangun desa kembali dibuka. Program Genera-Z Berbakti 2026 hadir bukan sekadar ajang pengabdian, tetapi juga menjadi kompetisi ide inovatif yang berpotensi mengubah wajah desa wisata di Indonesia.
Program ini mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengajukan proposal inovasi sosial yang bisa diterapkan secara nyata di lapangan. Tidak hanya sebatas konsep, peserta terpilih akan mendapatkan pendanaan, pendampingan, hingga kesempatan menjalankan program langsung di desa binaan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan berbasis inovasi.
“Kami melihat potensi besar generasi muda sebagai kelompok yang berpikiran kritis dan adaptif terhadap teknologi,” katanya.
Hera juga menambahkan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa. Menurutnya, Genera-Z Berbakti dirancang untuk membentuk pemimpin masa depan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BCA ingin mendorong mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga menjadi problem solver di tengah masyarakat.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, program ini berhasil menjaring ratusan proposal dari puluhan kampus. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kegiatan yang menggabungkan inovasi dan pengabdian sosial. BCA menyebut bahwa para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman lapangan, tetapi juga pembinaan intensif hingga program selesai dijalankan.
Berbeda dari program serupa, Genera-Z Berbakti 2026 menghadirkan sistem seleksi berlapis. Empat kelompok terbaik akan dipilih untuk menjalankan program selama satu bulan, sebelum akhirnya ditentukan tim terbaik yang berhak mendapatkan apresiasi tambahan hingga ratusan juta rupiah.
Adapun isu yang diangkat cukup beragam, mulai dari pariwisata berkelanjutan, pengembangan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga budaya. Peserta juga diberi kebebasan memilih lokasi desa wisata yang tersebar di beberapa daerah seperti Belitung, Cianjur, Wonosobo, dan Tomohon.
BCA menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program ini. Hera menyatakan bahwa pihaknya berharap program ini dapat menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk berkontribusi sejak dini dalam pembangunan bangsa.
Ia menuturkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Pendaftaran program Genera-Z Berbakti 2026 dibuka hingga 24 April, dengan tahapan seleksi yang berlanjut hingga Agustus 2026.
Sumber: Rilis



