mimbarumum.co.id – Ratusan siswa/siswi begitu antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan (PKR) bagi umat muslim dan Ibadah kebaktian untuk yang beragama Kristen di SMK Negeri 4 Medan.
Kepala SMKN 4 Medan Fahriza M Tanjung usai pembukaan PKR di Jl Sei Kera Medan, Kamis (5/3/2026) mengatakan, semangat dan kemauan peserta didik sangat tinggi. “Kalau dihitung jumlah kehadiran mungkin sekitar 90 persen,” katanya.
Dia berharap dari kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 5 sampai 7 Maret 2026 baik kegiatan PKR maupun ibadah kebaktian.
Selama kegiatan akan diisi ceramah, salat berjamaah dan kajian materi keislaman. Sementara untuk ibadah kebaktian akan dibimbing oleh guru agama Kristen.
Tujuan dari pesantren Ramadan ini yang pertama untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadan. “Ya karena memang selama bulan Ramadan kan anak kita berpuasa dan sesuai dengan anjuran agama maka mereka harus mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif di pesantren kilat,” terangnya.
Fahriza juga menyebut bahwa Ramadan ini menyediakan wadah yang layak untuk mereka agar bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang baik dan bermanfaat. Jika ramadan ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang negatif akan bertentangan dengan agama.
“Itu kan bisa hukumnya makruh dan bisa mengurangi pahala puasa juga bahkan bisa membatalkan puasa itu yang pertama. Kemudian yang kedua ini kegiatan pesantren kilat ini walaupun dalam waktu yang singkat tentunya diharapkan bisa menjadi pemicu yang stimulan bagi anak-anak supaya karakter mereka lebih baik,” jelasnya.
Seperti diketahui kata Fahriza bahwa pendidikan vokasi sekolah kejuruan itu kalau melihat dari kondisi saat ini yang memang jumlah lapangan kerja sedikit tapi pada kenyataannya ketika telusuri dengan membangun komunikasi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) dan program studi teknik sebenarnya ada lapangan kerja walaupun tidak banyak.
Tetapi kemudian persoalannya ada di lulusan ataupun tamatan SMK itu. “Jadi kita harapkan dengan adanya pesantren kilat ini paling tidak menjadi momentum bagi siswa untuk memperbaiki karakter dan memperbaiki jati dirinya,” ungkap Kasek.
Ia menambahkan, antusias siswa mengikuti terlihat tidak hanya khususnya siswa/siswi di kelas 10 saja dan bagi mereka yang belum pernah ikut di tahun-tahun sebelumnya mereka wajib lagi ikut PKR bagi siswa/siswi kelas XI dan XII.
Reporter : M Nasir


