mimbarumum.co.id – Setelah 17 tahun mengukir prestasi di dunia seni teater Sumatra Utara, Teater Techno’s SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Deliserdang akhirnya mencatat sejarah baru sebagai Juara Umum Festival Amuk Teater Sumatra Utara ke-22 Tahun 2026. Keberhasilan ini sekaligus membawa pulang Piala Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) yang menjadi simbol supremasi festival bergengsi tersebut.
Festival berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Februari 2026 di Taman Budaya Medan, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kategori lomba, mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa dan umum.
Penampilan apik dan konsisten dari para utusan Teater Techno’s di berbagai cabang lomba menjadi kunci keberhasilan mereka merebut gelar juara umum. Prestasi ini sekaligus membuktikan kualitas dan kedalaman pembinaan seni teater di sekolah kejuruan tersebut.
Dalam lomba drama yang menjadi andalan utama, Teater Techno’s yang tergabung dalam NPP 05 berhasil menyabet gelar Juara 1 Lomba Drama. Penampilan mereka yang memadukan olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa yang mendalam berhasil memukau dewan juri.
Kesuksesan ini semakin manis dengan diraihnya gelar Aktris Terbaik oleh Lasma (NPP 05) serta Artistik Terbaik yang juga diraih oleh tim produksi NPP 05.
Tak hanya di lomba drama, Teater Techno’s juga menunjukkan kualitasnya di laga monolog. Gusti Andra, yang tampil dengan NPP 21, berhasil meraih Juara 2 Lomba Monolog. Pencapaian ini sekaligus melengkapi perolehan poin yang membawa Teater Techno’s menjadi juara umum.
Dengan filosofi bahwa seni bukan sekadar pertunjukan melainkan perjalanan mengenal diri, Teater Techno’s terus melahirkan talenta-talenta berbakat. Prestasi terbaru di Amuk Teater 2026 ini melengkapi deretan pencapaian mereka sebelumnya, seperti Juara 1 Lomba Monolog Nasional Amuk 21, Juara 1 Lomba Drama Epos Perjuangan di Festival Sastra & Peradaban II 2025, serta berbagai penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.
“Di Teater Techno’s, kami tidak hanya belajar tentang panggung, tetapi juga tentang proses menjadi manusia yang peka,” demikian filosofi yang tertanam dalam setiap proses latihan mereka, membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi pada akhirnya membuahkan hasil manis.
Ruang Belajar dan Ruang Pulang yang Melahirkan Juara
Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan kejuruan yang kerap berfokus pada keterampilan teknis, SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan memiliki sebuah ruang istimewa yang menjadi tempat persemaian rasa, tubuh, dan suara. Ruang itu bernama Teater Techno’s, sebuah ekstrakurikuler seni yang berdiri pada 29 September 2009 atas inisiatif Suyadi San.
Sejak awal berdirinya, teater ini tidak sekadar menjadi tempat latihan seni peran, melainkan juga rumah kedua bagi para siswanya untuk belajar tentang kehidupan melalui medium panggung. Selama 17 tahun perjalanannya, Teater Techno’s telah menjelma menjadi salah satu sanggar teater sekolah paling disegani di Sumatera Utara.
Farida Hanum, S.Pd., selaku pelatih dan pembina Teater Techno’s, menuturkan dengan penuh kehangatan tentang filosofi yang diusung sanggar. “Kami selalu menyebut Teater Techno’s sebagai ruang belajar dan ruang pulang. Ruang belajar karena di sini anak-anak ditempa secara disiplin melalui olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.
Ruang pulang karena kami ingin mereka merasa aman, nyaman, dan diterima apa adanya. Ketika mereka lelah dengan pelajaran teori di kelas, teater ini menjadi tempat mereka melepas penat sambil tetap belajar menjadi manusia yang lebih peka,” ungkap Farida saat ditemui di ruang latihan Teater Techno’s, Senin (16/2/2026).
Pendekatan holistik yang diterapkan Farida Hanum dan tim pelatih terbukti melahirkan prestasi demi prestasi. Sepanjang perjalanannya, Teater Techno’s telah mengoleksi puluhan penghargaan di berbagai tingkatan. Tahun 2026 menjadi tahun emas bagi sanggar ini ketika berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum Amuk Teater Sumatra Utara ke-22 sekaligus membawa pulang Piala Rektor. Prestasi ini diraih berkat keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Drama, Aktris Terbaik, Artistik Terbaik, serta Juara 2 Lomba Monolog yang dipersembahkan oleh Gusti Andra.
Menurut Farida, kunci keberhasilan tersebut adalah konsistensi dalam menjalankan proses. “Kami tidak pernah mengajarkan anak-anak untuk sekadar mengejar piala. Kami mengajarkan mereka untuk mencintai proses. Piala hanyalah bonus dari kerja keras yang dilakukan dengan hati. Ketika mereka menikmati setiap latihan, membaca naskah berulang kali, berdiskusi dengan serius, maka kemenangan akan datang dengan sendirinya,” tutur Farida dengan mata berbinar.
Farida Hanum berharap Teater Techno’s terus menjadi wadah kreativitas yang inklusif dan produktif. Ia ingin para anggota tidak hanya sukses di atas panggung, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, kritis, dan berempati tinggi. “Saya ingin mereka menjadi manusia yang utuh. Ketika nanti mereka lulus dan terjun ke masyarakat, pengalaman berteater akan membuat mereka lebih peka terhadap lingkungan, lebih berani menyuarakan kebenaran, dan lebih mampu memahami sesama. Itulah tujuan akhir dari pendidikan seni yang kami lakukan,” pungkasnya.
Dengan slogan “Berkarya, Berkreasi, Mewarnai Seni Dengan Teknologi,” Teater Techno’s membuktikan bahwa seni tradisional seperti teater dapat berpadu dengan semangat zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di tangan Farida Hanum dan para pelatih yang berdedikasi, panggung teater bukan sekadar tempat bermain peran, melainkan cermin kehidupan yang terus menerangi jalan para anggotanya menuju masa depan yang lebih bermakna.
• Suyadi San


