mimbarumum.co.id – Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan dalam rangka mata kuliah Bahasa Indonesia. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) di SMP IT dan MA Terpadu Islamic Center Ali bin Abi Thalib (IC Abatha). Di MA Terpadu, mahasiswa tersebut sosialisasikan mengenai informasi obat-obatan di masa sekarang.
Dalam kegiatan itu, para mahasiswa yang terkhususnya di hadapan siswa SMP menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga mencakup tindakan verbal serta perilaku yang menyakiti dan merendahkan orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Salah satu pemateri, Pio, mengungkapkan secara langsung dampak dari perundungan bisa menurunkan rasa percaya diri siswa.
Ia juga menjelaskan bahwa korban perundungan kerap mengalami kesulitan belajar dan kurang fokus mengikuti pelajaran sehingga dapat memengaruhi nilai akademik.
“Siswa yang menjadi korban bahkan bisa merasa takut datang ke sekolah dan memilih menarik diri dari pergaulan,” ungkapnya.
Pemateri lainnya, Nisa, menekankan pentingnya peran siswa dalam mencegah perundungan.
“Salah satu upaya mencegah perundungan adalah menolak untuk merendahkan orang lain dan menjaga lisan.”katanya.
Ia juga mengimbau siswa agar tidak ikut merundung dan segera melaporkan kejadian perundungan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) apabila melihat atau mengalaminya.
“Siswa harus bijak dalam menggunakan media sosial serta bersikap sopan dan empati terhadap sesama.” ucapnya.
Lalu, ia menambahkan bahwa penguatan karakter sangat penting agar siswa mampu bertindak dewasa dan bertanggung jawab. Secara tidak langsung, Nisa
“Nilai empati, kejujuran, serta sikap saling merangkul antar teman perlu ditanamkan sejak dini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” harapnya.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa UMN Al-Washliyah berharap kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan semakin meningkat serta terbangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah Abatha.
Reporter: Dzaky


