Sapaan Hangat Menag Membeku-kan Gelanggang Mahasiswa

Berita Terkait

Oleh: Dr. Rasyid

Pagi itu, udara di Gelanggang Mahasiswa UIN Sumatera Utara memancarkan energi yang berbeda. Senin (23/11) bukan sekadar hari akademik biasa. Cahaya matahari menerobos sela-sela atap gedung, memantulkan kilau pada kursi-kursi yang tersusun rapi, sementara langkah para tamu undangan menggema ritmis seperti orkestra yang sedang memulai overture.

Namun suasana formal itu mendadak berubah menjadi adegan yang tak pernah diskenariokan.

Saat Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, memasuki arena, kerumunan yang semula sibuk dengan percakapan kecil seketika menghentikan napasnya bukan karena protokol, tetapi karena satu pemandangan yang terasa begitu manusiawi.

Di tengah plakat nama, jas formal, dan gerak langkah pasukan pengamanan, pandangan Menag tiba-tiba mengarah pada sosok Yoserizal Saragih, M.I.Kom., Wakil Dekan III FIS UINSU. Waktu seakan melambat ketika Menteri itu tersenyum, melangkah mendekat, dan dengan gestur hangat yang jarang muncul dalam acara kenegaraan mengulurkan tangan lalu menepuk lembut bahu Yoserizal.

Beberapa hadirin bahkan seperti menahan napas, sebab adegan itu jauh berada di luar imajinasi: tidak lazim, bahkan hampir mustahil, seorang pejabat kampus setingkat wakil dekan menerima sapaan yang begitu personal dari seorang menteri.

Yoserizal sendiri, yang tampak bingung sejenak, membalas dengan takzim sempurna. Tangannya terangkat pelan, sikap tubuhnya menunjukkan hormat, bukan berlebih, namun cukup untuk menandai jarak antara birokrasi dan keakraban. Gestur itu menciptakan kontras yang indah sebuah koreografi spontan antara wibawa dan kehangatan.

Atmosfer mencair. Forum Melayu–Islam itu seketika memperoleh dimensi baru: bukan hanya akademik, tapi emosional. Kehangatan tersebut membuat peserta merasa sedang berada di sebuah tempat yang dihargai, didengar, dan dihubungkan dengan kedalaman budaya Melayu yang egaliter.

Dalam sambutannya, Menag kemudian mengungkapkan bahwa UINSU adalah satu dari hanya empat UIN di Indonesia yang diberi mandat menyelenggarakan International Seminar and Conference of The Malay–Islamic World.
Empat kampus, empat perspektif, satu kontribusi besar: menjadi bagian dari arah kebijakan Indonesia di panggung global.

“Kami ingin perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya pesan perdamaian,” ujar Menag. Suaranya bergema, namun yang lebih kuat adalah makna yang ia titipkan pada kalimat itu: tanggung jawab moral Indonesia di dunia Melayu–Islam.

Rektor dan para dekan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik, sebagian tersenyum, sebagian mengangguk kecil, seolah menyadari: “Kita baru saja menyaksikan sesuatu yang tidak terjadi setiap hari.”

Dalam sesi berikutnya, Menag menyentuh isu yang jauh lebih luas: posisi Indonesia dalam konflik Palestina dan peran diplomatik Presiden Prabowo Subianto.
“Langkah Presiden, meski berani, mendapat apresiasi dunia,” ungkapnya. “Seminar ini menguatkan langkah itu, dari sudut pandang akademik.”

Para peserta menyimak dengan saksama. Di antara mereka, ada yang mencatat cepat, ada yang mengangguk pelan, ada yang memandang panggung sambil merenung. Mereka mungkin baru sadar bahwa forum hari itu bukan hanya tentang kajian Melayu–Islam; melainkan tentang bagaimana Medan kota di perbatasan dunia Melayu dapat menyumbangkan perspektif bagi diplomasi dunia.

Dari seluruh rangkaian acara, satu momen tetap membekas: sapaan hangat Menteri kepada seorang wakil dekan.

Simbol bahwa hierarki tidak menghapus kemanusiaan. Bahwa akademisi, birokrat, dan pejabat negara dapat bertemu dalam ruang yang setara ruang di mana ilmu, budaya, dan etiket Melayu menemukan titik perjumpaan.

Di balik acara internasional, diplomasi global, dan kewibawaan kementerian, kampus itu pada hari itu menunjukkan satu hal yang jauh lebih dasar dan universal:

Bahwa penghormatan tidak diukur dari pangkat, tetapi dari ketulusan perjumpaan antarb manusia.

Dan Gelanggang Mahasiswa UINSU menjadi saksi bisu yang setia menyimpannya.(*)

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Pengajian Masjid Al-Amin Bahas 8 Jalan Pintu Rezeki Bersama Ustadz Drs. H.Amir Saleh

mimbarumum.co.id - Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Amin kembali menggelar Pengajian Bulanan Rutin ba’da Magrib hingga Isya di Masjid Al-Amin,...