Warga Antusias Nikmati Tarif Rp1 Moda Angkutan Massal Jakarta di Hari Perhubungan Nasional 2025

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Suasana berbeda menyambangi ibu kota dan sekitarnya pada peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus sebesar Rp1 untuk seluruh layanan moda angkutan massal terintegrasi, yakni Transjakarta, MRT (Mass Rapid Transit), dan LRT (Light Rail Transit).

Kebijakan yang diterapkan secara serentak pada tanggal 17 September 2025 ini disambut antusias oleh ribuan warga, yang memanfaatkannya untuk beraktivitas dan berekreasi, bahkan hingga ke wilayah penyangga seperti Kota Bogor yang terkenal dengan Tugu Kujang-nya (foto).

Euforia terlihat jelas sejak pagi hari di berbagai halte, stasiun, dan terminal. Antrean panjang terlihat, namun diiringi wajah-wajah ceria warga yang ingin merasakan moda transportasi modern dengan harga yang hampir gratis. Kebijakan simbolis ini merupakan bentuk apresiasi dan upaya Pemerintah Provinsi DKI untuk mendorong minat masyarakat menggunakan angkutan umum, sekaligus mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Bukti antusiasme warga terekam dalam perjalanan beberapa orang yang memanfaatkan momen ini untuk menjelajah rute yang lebih jauh. Salah satunya adalah Arif (23) dan Rahmat (22), dua pemuda yang tinggal berindekos di kawasan Jakarta Selatan dan Ciputat. Memanfaatkan Hari Perhubungan Nasional, mereka melakukan perjalanan wisata kuliner ke Bogor dengan memanfaatkan tarif promosi ini.

“Ini kesempatan langka. Biasanya kan bayar penuh, hari ini cuma Rp1 untuk sekali jalan. Kami rencananya mau coba naik MRT dulu ke Lebak Bulus, lalu lanjut naik Transjakarta yang menuju arah Bogor,” ujar Arif yang ditemui di Stasiun Botani Square, Bogor, Rabu sore (17/9/25).

Rencana mereka terwujud. Dokumentasi perjalanan mereka terlihat dalam sebuah foto yang dikirimkan, menunjukkan tampilan layar ponsel di dalam bus Transjakarta dengan rute ‘SIMPANG RAYA BOGOR’ yang melintasi Jl. Pajajaran No. 7. Foto lain menunjukkan waktu perjalanan pada pukul 14.17 WIB, membuktikan mereka telah tiba di Kota Hujan.

“Tujuannya ya cari yang seger-seger, katanya mau ke Malasz atau coba kulineran di dekat Kebun Raya Bogor itu,” tambah Rahmat sambil tertawa.

Tidak hanya warga dalam kota, kebijakan ini juga dimanfaatkan oleh warga dari daerah penyangga seperti Bogor untuk masuk ke Jakarta. Susana (28), seorang warga baru di Cibinong, mengaku sengaja datang ke Bogor untuk menikmati hari bersama teman-temannya.

“Kami dari Cibinong naik TransJakarta menuju Bogor. Cuma bayar Rp1 saja sekali jalan, sangat hemat. Kami ajak teman-teman jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor atau mungkin ke pusat perbelanjaan di kota dingin ini. Ini program yang sangat bagus, semoga diadakan lagi,” ujar Susana dengan penuh semangat.

Kebijakan tarif Rp1 ini menuai pujian dari berbagai kalangan. Pengamat transportasi diaspora Medan, R. Mulia Nasution, menyebut langkah ini sebagai “gestur politik yang cerdas”.

“Di satu sisi, ini adalah hadiah untuk publik di hari yang bersejarah. Di sisi lain, ini adalah strategi pemasaran yang brilian untuk memperkenalkan dan membiasakan masyarakat menggunakan transportasi massal. Pengalaman positif hari ini diharapkan dapat mengubah persepsi dan kebiasaan mereka untuk seterusnya,” paparnya.

Dengan tarif gratis atau hanya 1 rupiah, tentu saja membantu pengguna moda transportasi. Sekaligus mendorong masyarakat gunakan tansportasi publik. Sangat terasa dukungan pemerintah Jakarta dengan gratis.

“Masyarakat terbantu sekali. Harus sering-sering supaya transportasi publik menjadi pilihan warga Jakarta,” sebut wartawan senior tersebut.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengharapkan kebijakan ini dapat menjadi pemacu untuk meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum yang sudah semakin meningkat. “Kami ingin membangun budaya baru, budaya meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan beralih ke transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau,” ujarnya di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).

“Yang paling saya senang, hari ini, tadi saya nge-tap dan lihat sendiri, ternyata memang bayarnya satu rupiah,” sebut politisi senior PDI Perjuangan itu.

Selain itu, tarif Rp1 juga akan diberlakukan pada 19 September 2025 mendatang. Pramono menyebut, tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional.

“Ini juga akan kita lakukan di tanggal 19 (September 2025) untuk mempertingati Hari Keselamatan,” katanya.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, tarif khusus yang diberlakukan pada tanggal 17 dan 19 September 2025 juga merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat yang telah mendukung penggunaan transportasi umum. Ia pun berharap, masyarakat dapat beralih dari transportasi pribadi menggunakan transportasi umum, sehingga dapat semakin mengurangi kemacetan dan emisi di Jakarta.

Dengan suksesnya program tarif Rp1 pada Harhubnas 2025 ini, terlihat bahwa minat masyarakat terhadap transportasi umum sangat tinggi ketika didukung oleh kebijakan yang pro-rakyat. Hal ini menjadi tugas bersama ke depannya untuk menjaga momentum dan terus meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum, agar tidak hanya ramai ketika tarifnya hampir gratis, tetapi juga setiap hari demi Jakarta yang lebih lestari dan bebas macet.

• Suyadi San

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

BPS dan Bank Dunia Jelaskan Perbedaan Angka Kemiskinan Indonesia, Bukan Berarti Kondisi Makin Miskin

mimbarumum.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Dunia memberikan penjelasan terkait perbedaan angka kemiskinan Indonesia yang menggunakan garis kemiskinan...