mimbarumum.co.id – Delapan puluh tahun pengabdian TNI Angkatan Laut (AL) bagi bangsa Indonesia bukan sekadar angka, melainkan saksi bisu dari kesetiaan dan keteguhan dalam menepati janji. Di usia yang ke-80 hari ini, Rabu (10/9/25), TNI AL tetap berdiri gagah sebagai benteng kedaulatan dan kehormatan bangsa di lautan Nusantara.
Seperti dituturkan oleh Hendy Mattaro Damanik, mantan perwira TNI AL dan penulis, kepada Mimbar Umum Online, Rabu (10/9/25), di Jakarta. Menurutnya, para prajurit laut adalah mereka yang lahir dari rahim gelombang, dibesarkan oleh disiplin, dan ditempa oleh medan tempur. Di wajah mereka terpancar ketegasan, di dada mereka bersemayam keberanian, dan di jiwa mereka terpatri janji yang tak pernah dikhianati.
“Kesetiaan itu bukan sekadar kata, melainkan napas perjuangan. Setia pada Ibu Pertiwi, setia pada Sang Saka Merah Putih yang berkibar gagah di langit Nusantara,” sebut Damanik dalam refleksinya menyambut HUT ke-80 TNI AL.
Janji yang diucapkan saat sumpah prajurit dilafalkan, menurutnya, adalah janji yang tak tergoyahkan. Baik di tengah desing peluru, hempasan badai, maupun ancaman maut di setiap gelombang. Prajurit TNI AL adalah petarung laut—pengawal samudera sekaligus penjaga martabat bangsa.
“Dengan disiplin baja, mereka berdiri di garis terdepan, siap menunaikan perintah, siap berkorban jiwa dan raga. Bagi prajurit sejati, hidup hanya sekali, dan sekali itu dipersembahkan untuk kejayaan bangsa,” tegasnya.
Hendy Damanik, yang juga pernah menjadi dosen dan anggota Fraksi TNI/Polri DPRD Medan periode 1999–2004, menegaskan bahwa disiplin adalah darah, patriotisme adalah jantung, dan kesetiaan adalah ruh dari setiap prajurit TNI AL. Sementara janji adalah kehormatan yang tak ternilai—lebih berharga dari emas, lebih agung dari nyawa.
HUT ke-80 TNI AL bukan sekadar tonggak sejarah, melainkan juga teriakan kemenangan bahwa prajurit laut Indonesia tetap gagah, tetap jantan, tetap setia, dan tetap menepati janji.
“Dirgahayu TNI Angkatan Laut ke-80! Jalesveva Jayamahe—Di Laut Kita Jaya!” seru Damanik seraya menandaskan, semangat dan dedikasi TNI AL selama 80 tahun ini menjadi bukti nyata pengabdian tanpa pamrih bagi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Suyadi San


