mimbarumum.co.id – Delapan hari pasca penetapan Siaga Darurat Covid-19 di Sumut terjadi perkembangan yang sangat signifikan dalam kasus Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut pun mempertimbangkan perpanjangan status Siaga Darurat yang dimulai sejak 16 Maret 2020 lalu.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis menuturkan sudah 28 kabupaten/kota di Sumut yang terpapar Covid-19, dan menetapkan status Siaga Darurat.
“Hingga jam 17.00 Wib ini, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 53 orang, yang berada di 24 RS di 6 kabupaten/kota, yaitu Medan, Deli Serdang, Langkat, Toba, Samosir dan Serdang Bedagai,” ujarnya dalam Live Streaming Humas Sumut, Selasa (24/3/2020).
Kemudian, yang negatif Covid-19 ada 8 orang. Terjadi juga kenaikan jumlah pasien yang positif Covid-19, dari kemarin hanya 2 menjadi 8 orang, dan satu sudah meninggal dunia. “Jadi 7 orang dirawat,” katanya.
Baca Juga : Jumlah ODP di Padang Sidimpuan Meningkat
Sementara orang yang melapor ke berbagai rumah sakit tercatat peningkatan yang cukup signifikan 1.391 orang, dari kemarin hanya 763 orang. “Jadi ada kenaikan hampir 89%,” ungkapnya.
Dari 1391 ODP, jelas dia, paling banyak di Medan, Deliserdang, Pematang Siantar, Asahan, Binjai serta Pakpak Bharat. Kepada ODP, tim dari Dinas Kesehatan akan melakukan pemantauan.
Baca Juga : Antisipasi Lonjakan OPD dan PDP, Hotel Dijadikan Ruang Isolasi
“Karenanya, dimohonkan kerjasamanya, untuk memberikan data-data yang dibutuhkan. Sehingga dampak penularan bisa diputus,” tuturnya.
Di kesempatan ini, Riadil mengungkapkan, pemerintah memahami akan adanya dampak sosial ekonomi terakit pembatasan yang dilakukan.
“Yang paling berdampak secara ekonomi adalah para unit koperasi kecil dan menengah, pedagang asonga, ojek online, warung tegal, tukang becak, supir angkot, taksi, kedai kopi dan sebagainya,” ungkap dia.
Untuk itu, telah dirancang pemberian insentif untuk penanganan dampak ekonomi sosial ini kepada masyarakat yang terdampak ekonomi sosialnya.
“Ini akan kita lakukan secara cepat. Pemerintah sedang menyiapkan program jaring pengaman sosialnya,” tandasnya.
Tidak lupa dalam kesempatan ini, Riadil meminta agar masyarakat tetap menerapkan sosial distancing. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat diturunkan.
Reporter : Siti Murni
Editor : Dody Ferdy