mimbarumum.co.id – Tahun 2020, Sumut mendapat bantuan 100 ribu hektar benih padi. Jumlah bantuan ini sudah memenuhi 30 persen dari potensi lahan sawah di Sumut.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Ir Dahler Lubis kepada para wartawan di Medan, kemarin.
“Ini untuk pertama kalinya kita mendapatkan bantuan yang begitu besar dari pusat. Harus diapresiasi. Karena tahun sebelumnya saja kita hanya mendapat bantuan 30 ribu hektare benih padi dari APBN,” ucap Dahler.
Baca Juga : Petani Padi Airputih Terancam Gagal Tanam
Selain mendapat bantuan benih padi, Sumut juga mendapat bantuan 70 ribu hektare benih jagung. Bantuan ini akan lebih banyak disalurkan untuk sentra-sentra produksi padi maupun jagung seperti di Deliserdang, Simalungun dan lainnya.
Terkait masalah pupuk, tahun depan juga kata Dahler tidak perlu dipersoalkan. Sampai dengan November ini pupuk di Sumut sudah mendapat tambahan 50 ribu ton.
Baca Juga : Padangsidempuan Targetkan Produksi 66,5 Ribu Ton Padi
“Dan itu baru dua pekan lalu. Pupuknya seperti urea, SP36 dan lain sebagainya,” tambah Dahler yang didampingi Kabid Tanaman Pangan Muhammad Juwani dan Kasubag Program Fahri.
Lebih jauh Dahler juga menyebutkan, bahwa memang tidak semua areal bisa memproduksi 8 ton padi per hektare. Atas dasar itu, ia mengambil kebijakan bahwa untuk lahan-lahan berpengairan, jumlah produksinya akan lebih digenjot. Lebih dari 8 ton per hektare.
“Potensi lahan sawah irigasi kita ada 267.326 hekatre (62,57%), dan potensi lahan sawah non irigasi 159.935 hektare,” ucapnya.
Ia juga tak menampik untuk mendukung terwujudnya itu, masih ada beberapa kendala yang dialami. Beberapa kendala itu seperti ketersediaan benih unggul yang belum mencukupi kebutuhan, pemanfaatan ketersediaan air bersih, ketersediaan saprodi dan alsintan yang masih terbatas, serangan organisme penganggu tumbuhan hingga pada SDM pertanian yang masih relatif.
Di semester satu 2019 ini, jumlah produksi padi Sumut sendiri telah mencapai 2.850.249 ton. Sementara target produksi tahun ini 5.343.688 ton. Kalau dibandingkan tahun 2018, produksi padi Sumut hanya 3.382.473 ton. Kebutuhan 1.772.373 ton, artinya surplus 1.610.100 ton. Sementara untuk jagung target produksinya 1.811.605 ton.
Realisasinya di semester pertama sudah mencapai 881.900 ton. Kedelai target tahun ini 8.905 ton dan realisasi di semester pertama sudah mencapai 3.711 ton.
Untuk tahun 2020, target produksi padi 5.450.562 ton, jagung 1.847.873 ton, dan kedele 9.528 ton.
“Swasembada pangan juga tetap kita pertahankan, meningkatkan kualitas tanam bawang merah, putih dan kedelai serta menjaga stabilitasi produksi komoditas strategis akan menjadi prioritas kita juga di tahun depan,” ungkapnya. (zat)